Breaking News

Wuhan Kota Asal Corona Kini Bebas Berpesta

Wuhan Kota Asal Corona Kini Bebas Berpesta
Warga Wuhan berpesta sesuai bebas dari Corona (foto: repro)

Pro kontra Covid-19 belum usai. Pandangan yang menyebut pandemi ini sebagai suatu konspirasi juga masih terdengar, hingga berbagai pihak sibuk membuat bantahan.

Pemerintah membuat kampanye untuk meyakinkan warga akan bahaya virus ini dalam berbagai media, baik iklan maupun melalui tayangan cerita. Corona menjadi momok yang ditakuti.

Media pun sibuk menulis tentang korban-korban yang berjatuhan. Seakan berlomba, berebut siapa yang duluan. Mereka sibuk menghitung jumlah. Membuat liputan semenarik mungkin. Tentun ini berkaitan dengan tiras dan jumlah pembaca. Ujung-ujungnya kepentingan finansial.

Corona berasal dari kota Wuhan, China. Bagaimana perkembangan terakhir terkait isu wabah ini di kota asalnya? Ini mungkin menjadi cerita penting bagi pembaca.

Ternyata, kondisi Wuhan hari ini 180 derajat berubah dari situasi pertama wabah ditemukan. Kota yang sempat lockdown itu kini sudah bebas Corona. Masyarakatnya pun sudah bisa berpesta.

Masih segar dalam ingatan pada awal tahun 2020, dunia digegerkan dengan virus Corona. Kala itu, media mengabarkan bahwa virus yang menyerang saluran pernapasan ini pertama muncul dari Wuhan, tepatnya pasar hewan Wuhan yang merupakan salah satu kota tersibuk di China.

Media memberitakan virus ini diduga menular dari kelelawar yang dijual di pasar. Masyarakat di sana memang gemar menyantap satwa liar namun kasus ini baru terjadi kali ini. Namun pemerintah China menegaskan bahwa virus ini bukan lagi transmisi antara hewan dan manusia tetapi sudah menular dari manusia ke manusia.

Negara-negara kemudian berbondong-bondong menutup akses transportasi menuju Wuhan. Otoritas kota ini juga mengambil langkah untuk lockdown.

20200923-wuhan-lockdown

Suasana Wuhan saat lockdown (foto: repro)

Diwartakan BBC, Wuhan mulai mengambil keputusan itu pada 23 Januari 2020. Saat itu, Corona sudah menginfeksi lebih dari 400 orang dan menewaskan 17 orang.

Oleh sebab itu, Wuhan yang memiliki 11 juta penduduk itu mengambil langkah cepat dengan mewajibkan karantina mandiri pada warganya. Sebanyak ribuan orang lebih dikarantina selama beberapa bulan setelah dites. Semua kegiatan yang menjadi wadah berkumpulnya orang banyak dibatalkan. Berbagai pertemuan juga dilarang.

Memasuki bulan Maret 2020, Wuhan sudah mulai melonggarkan lockdown. Aturannya, satu orang dari masing-masing rumah tangga diizinkan untuk meninggalkan rumah selama maksimal dua jam per hari.

Pusat perbelanjaan mulai dibuka. Transportasi publik juga mulai beroperasi. Orang-orang pun mulai diizinkan bepergian dengan tetap menerapkan jaga jarak dan memakai masker.

Sebulan kemudian, tepatnya 8 April 2020, Wuhan resmi mencabut aturan lockdown. Kita dapat melihat melalui foto yang beredar bahwa orang-orang sudah mulai kembali beraktivitas. Pernikahan digelar, sekolah kembali buka, dan kegiatan bisnis kembali menggeliat.

Sayangnya, pada 12 Mei dilaporkan ditemukan kembali virus Corona di sana. Tercatat ada 6 kasus Corona baru. Kota itu pun segera melakukan tes massal pada seluruh penduduk yang berjumlah 11 juta orang. Akhirnya, penularan Corona dapat kembali dikontrol.

Berlanjut ke bulan Juni, pasar malam yang biasanya menjual makanan kaki lima, diizinkan buka. Di bulan Juli, fasilitas hiburan juga kembali menyambut pengunjung.

Bioskop di sejumlah tempat sudah buka. Taman-taman boleh didatangi. Sementara perpustakaan dan museum boleh menerima pengunjung setengah dari kapasitas. Pertemuan orang dalam jumlah besar juga diizinkan dilakukan.

Memasuki bulan Agustus, dunia dibuat kaget karena Wuhan sudah melangsungkan pesta di kolam renang. Ratusan orang memadati HOHA Water Electrical Musical Festival tanpa jaga jarak dan tanpa masker.

Kelab malam juga sudah dipadati muda-mudi yang berbulan-bulan menahan diri untuk berdansa. Salah satu kelab malam yang disebut Hepburn, sudah memutar musik Mandopop dan American rap, yang mengajak pengunjung menikmati kemenangan mereka atas Corona.

Wuhan yang dulu dicibir pun akhirnya menjadi yang pertama tertawa sekarang. Tak ada lagi kasus Corona di sana selama 33 hari terakhir.

Sementara berbagai negara di dunia masih berjuang saat ini. Misalnya di Indonesia, angka penularan Corona terus meningkat setiap hari. Sampai Selasa (22/9/2020), kasusnya sudah mencapai 253.000 dengan korban meninggal nyaris 10.000 orang.[]

Sumber: detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...