Breaking News

Warga Takengon Diduga Terjangkit Virus Corona

Warga Takengon Diduga Terjangkit Virus Corona
Pri Agung

MEDAN – Kabar terbaru dari Medan menyebutkan, 83 orang yang masuk dari Bandara Kualanamu terjangkit virus Corona, diantaraya ada warga Takengon, Aceh Tengah. Mereka diminta melakukan karantina secara sukarela di rumah masing-masing.

Data dari lembaga berwenang di Sumut memperlihatkan, sebelumnya hanya 68 orang. Kemudian jumlah yang dikarantina rumah oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan bertambah 15 orang.

Kepala KKP Kelas I Medan, Pri Agung AB, menjelaskan, seluruh warga yang terjangkit virus Corona tersebut masuk ke Sumatera Utara melalui Bandara Kualanamu. “Belum ada yang dari pelabuhan,” katanya.

Agung menambahkan, ke-83 orang yang diduga terjangkit merupakan WNI dan WNA yang memiliki catatan perjalanan berpergian dari China. "Ada WNI dan WNA, tersebar di wilayah Sumut ini, ada di Medan, Deliserdang, Karo, Sibolga," ujarnya.

Para warga yang terkena virus akan dikarantina selama 14 hari di rumahnya masing-masing. "Bukan diisolasi, istilahnya karantina rumah, jadi volunteer.

Dijelaskan, para warga yang diduga terkena virus itu melakukan karantina secara sukarela di rumah selama 14 hari. “Ini tidak dengan paksaan, tapi sesuai dengan UU mereka harus melakukannya," kata dia.

Meski suka rela, apabila ada warga yang melanggar dan keluar sebelum waktu 14 hari tersebut dapat dikenakan sanksi. "Kalau mereka melanggar kan ada UU No 6 tahun 2018.

Menurut informasi dari berbagai sumber, ke-68 warga tersebut terdiri dari WNA dan WNI, dikarantina di beberapa titik seperti di Kota Medan, Sibolga, Deliserdang, Karo dan Takengon (Aceh).

Salah satu warga yang disolasi rumah tersebut berinisial TOS (41) beralamat di Jalan Menjangan, Medan. Yang bersangkutan tiba di Bandara Kualanamu pada 9 Februari 2020 dan diisolasi sejak 9 Februari 2020 di rumahnya.

Para warga tersebut akan dikarantina selama 14 hari.

Dijelaskan, karantina rumah diatur dalam UU Karantina dan sebagai pengawasan penyebaran Virus Corona bagi warga yang baru pulang dari China. "Sebenarnya aturan itu untuk memperketat pengawasan tentang penyebaran n-CoV ini.

Kita kan ada UU Karantina, ada karantina rumah jadi kita ambil yang karantina rumah karena n-CoV ini sudah masuk ke Indonesia," ujarnya kepada wartawan di Dinas Kesehatan Sumut di Medan.[]

Komentar

Loading...