Breaking News

Protes Pembangunan Waduk

Warga Hadang dan Kempesi Ban Mobil Dinas Bupati

Warga Hadang dan Kempesi Ban Mobil Dinas Bupati
Warga protes rencana pembangunan waduk (foto: repro)

BREBES – Warga sejumlah desa di Brebes, Jawa Tengah, melancarkan protes terhadap rencana pembangunan waduk. Dalam aksi demo, mereka juga menghadang dan mengempesi mobil dinas Bupati.

Menurut informasi yang dihimpun KANAL73, aksi warga terjadi secara spontan saat mereka mengetahui bupati melakukan monitoring dana desa di aula Kecamatan Bantarkawung. Warga sengaja datang ke sana untuk menyampaikan aspirasi menolak rencana pembangunan waduk.

Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk dan poster bertuliskan kalimat protes. Mereka juga membakar ban bekas di halaman kantor kecamatan. Aada pula yang berteriak, meminta Pemkab Brebes membatalkan rencana pembangunan waduk di Bantarkawung.

Wawan (43), seorang dari mereka, mengatakan warga meminta bertemu bupati untuk berbicara soal rencana pembangunan waduk. "Kami diwakili 20 orang yang menemui Bupati. Tapi saat didesak untuk tanda tangan penolakan, bupati tidak bersedia. Ini yang membuat warga marah dan memaksa masuk ke aula," ujarnya, Sabtu (7/12/2019) sebagaimana dilansir dari detikcom.

Tidak diterima masuk ke ruangan, warga meminta agar bupati menemui mereka secara langsung di halaman kantor kecamatan. Situasi memanas ketika bupati tidak bersedia memenuhi tuntutan ini. Aksi dorong dengan petugas keamanan yang berjaga pun tak terhindarkan.

Karena situasi tak terkendali, Bupati Idza Priyanti dievakuasi melalui pintu belakang. Orang nomor satu di Brebes ini dibawa keluar menggunakan mobil polisi.

Warga yang kecewa kemudian melampiaskan kemarahannya dengan menggembosi ban mobil dinas bupati dan mobil dinas lainnya. Tidak hanya itu, pentil ban mobil dinas juga dibuang oleh massa.

Akibat aksi ini, sejumlah pejabat, ajudan, dan sopir bupati masih tertahan di aula kecamatan. "Warga kecewa karena Ibu (Bupati Brebes) tidak bersedia menemui langsung warganya," tambah Wawan.

Camat Bantarkawung Eko Supriyanto menjelaskan, warga meminta bertemu bupati untuk menyampaikan tuntutannya. Permintaan itu direspon dengan syarat melalui perwakilan 20 orang yang ditunjuk. "Tapi dari luar, massa mendesak bertemu langsung sehingga suasana tidak terkendali," jelasnya.

Terkait penolakan ini, pembahasan pembahasan akan dilanjutkan pada Senin (9/12/2019) di kantor Bupati Brebes.[K73-07]

Komentar

Loading...