Breaking News

Dampak Wabah Corona

UN Ditiadakan, Nilai Rapor Jadi Dasar Kelulusan

UN Ditiadakan, Nilai Rapor Jadi Dasar Kelulusan
Ilustrasi pelaksanaan UN di Aceh (foto: repro)

JAKARTA – Muncul rumor yang menyebut bahwa Ujian Nasional (UN) jenjang SMP dan SMA/MA ditiadakan akibat kekhawatiran bahaya terjangkit virus Corona. Hingga sejauh ini belum ada penjelasan resmi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Munculnya berita-berita tentang pembatalan UN menimbulkan kebingungan di kalangan guru dan kepala sekolah. Mereka mempertanyakan kebenaran berita-berita tersebut. “Apa benar berita itu,” tanya Marzuki, kepala SMAN 2 Aceh Barat Daya.

Pihak berkompeten di Aceh juga belum memberikan pernyataan terkait rumor pembatalan UN akibat virus Corona. Seorang pejabat di Dinas Pendidikan Aceh yang tidak ingin namanya dipublikasikan meminta agar pihak sekolah bersabar. “Kita tunggu surat resmi dari Pak Menteri,” ujar sumber ini.

Dari Jakarta dilaporkan, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda telah melakukan rapat konsultasi secara daring (online) dengan Mendikbud Nadiem Makarim pada Senin (23/3/2020). Kabarnya, pembicaraan Komisi X dengan Mendikbud menyepakati sejumlah opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa. “Salah satunya dengan nilai kumulatif dalam rapor,” ujar Syaiful Huda sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Senin (23/3/2020) malam.

Dalam rapat tersebut, katanua, juga disepakati pelaksanaan Ujian Nasional dari tingkat SMA, SMP, dan SD ditiadakan.

Dia menerangkan, langkah pembatalan UN ditempuh karena mempertimbangkan bahaya penyebaran Covid-19 yang semakin masif.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (24/3/2020), Huda mengatakan, Kemdikbud saat ini sedang mengkaji opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional.

Meskipun begitu, opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan. “Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di Gedung-gedung sekolah,” katanya.

Dijelaskan, bila USBN secara daring atau online tersebut tidak bisa dilakukan maka muncul opsi terakhir yaitu metode kelulusan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar.[]

Komentar

Loading...