Breaking News

Tidak Ada Korban di Wuhan, China Malah Tuduh Corona Kasus Impor dari Indonesia

Tidak Ada Korban di Wuhan, China Malah Tuduh Corona Kasus Impor dari Indonesia
Suasana kota Wuhan dalam waktu terakhir (foto: Liputan6.com)

BEIJING – Sebuah laporan mengejutkan dilansir Channel News Asia yang menyebutkan tidak ada kasus infeksi virus Corona di Wuhan, China. Ibu kota Provinsi Hubei, itu dikenal sebagai tempat pertama munculnya wabah Corona akhir tahun lalu.

Dilansir dari Wartakotalive, Pemerintah China melaporkan 46 kasus baru virus Corona (COVID-19) pada Minggu (22/3/2020). Laporan itu menyebutkan, sebagian besar kasus yang terjadi merupakan impor dari luar negeri yang dibawa warga atau wisatawan yang baru masuk ke China

Sehari sebelumnya, China melaporkan 41 kasus baru, semuanya juga diimpor. Di antara kasus baru dari luar negeri yang dilaporkan pada Minggu (22/3/2020), 14 kasus berada di pusat keuangan Shanghai, dan 13 dilaporkan di ibukota Beijing.

Angka terbaru ini menjelaskan jumlah kasus virus Corona di China telah mencapaii 81.054, dan 3.261 orang meninggal, termasuk enam orang pada Sabtu (21/3/2020).

Yang mengherankan publik, dari Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei, tempat wabah pertama muncul akhir tahun lalu, tidak ada kasus infeksi virus corona. Ini rekor hari keempat tanpa kasus infeksi virus Corona.

Bahkan, otoritas China telah membuat klaim kasus baru virus Corona berasal dari Indonesia. Informasi ini telah disiarkan kepada public secara meluas.

Sebagaimana dilaporkan The Jakarta Post, pengidap virus Corona yang membawa masuk virus ke Negeri Tirai Bambu itu adalah seorang warga negara China berusia 35 tahun, yang diidentifikasi bernama Zhang. Orang ini dilaporkan mengalami gejala tidak enak badan saat berada di Indonesia, pekan lalu.

Dalam situs resminya, Komisi Kesehatan Shaanxi mengumumkan pada hari Selasa bahwa kasus Zhang merupakan kasus impor pertama di provinsi tersebut.

Dia dilaporkan menderita batuk dan demam pada 10 Maret selama dia tinggal di Indonesia. Namun, tidak dijelaskan kota mana di Indonesia yang dikunjungi dan bagaimana dia terinfeksi, tidak adainformasi yang jelas.

Laporan itu mengatakan, Zhang menggunakan penerbangan Dragon Air KA896 dari Indonesia ke Shanghai melalui Hong Kong pada 13 Maret dan tinggal di Vienna International Hotel di Shanghai malam itu.

Keesokan harinya, Zhang melakukan perjalanan dengan mobil ke Bandara Internasional Pudong Shanghai pukul 2 siang waktu setempat.

Kemudian berangkat dengan penerbangan China Eastern MU2162 sekitar pukul 5 sore, dan tiba di Bandara Internasional Xi'an Xianyang di Shaanxi pada jam 7:45 malam.

Setelah tiba di Xi'an, Zhang memberi tahu staf bandara tentang ketidaknyamanan fisiknya. Setelah mengetahui bahwa suhu tubuh Zhang tidak normal, ia kemuian dikirim ke Rumah Sakit Pusat Xi'an pada tengah malam.

Minggu pagi dini hari, Pusat Pengendalian Penyakit Xiʻan (CDC) melakukan uji asam nukleat dan serologis padanya. Tes asam nukleat tidak meyakinkan, sedangkan tes serologis negatif. Tes asam nukleat kedua dilakukan pada hari berikutnya hasilnya positif.

 Zhang juga menjalani pemeriksaan gejala klinis, tes darah, dan konsultasi ahli sebelum didiagnosis sebagai kasus yang dikonfirmasi positif.

Dia lantas segera dipindahkan ke Eighth Hospital di Xi'an untuk isolasi dan perawatan. Pihak berwenang telah mengisolasi kontak dekat Zhang di China untuk observasi medis.

Departemen Kesehatan Shaanxi mengatakan ada 80 kontak dekat baru di provinsi itu, 79 di antaranya terhubung dengan Zhang.

Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan dia belum menerima informasi mengenai masalah ini tetapi akan melacak kontak dekat Zhang di Indonesia. “Menelusuri adalah hal tertentu, tetapi itu akan sulit. Di mana kita ingin memulai jika kita tidak tahu ke kota mana dia pergi?"

Yurianto mengatakan, bahwa Kedutaan Besar Indonesia di China akan mengambil langkah awal. Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengatakan dia akan menghubungi pemerintah China dan menanyakan rincian tentang Zhang sebelum menyerahkan mereka ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Memang, jumlah kasus dari transmisi internal di Tiongkok kini telah menurun. Mereka sebagian besar diterbangkan dari luar China. Dari 13 kasus yang dikonfirmasi, 12 diimpor,” katanya.[]

Komentar

Loading...