Breaking News

Terbukti Peras Anggota DPRK, Ketua dan Anggota KIP Nagan Raya Dipecat

Terbukti Peras Anggota DPRK, Ketua dan Anggota KIP Nagan Raya Dipecat
Ilustrasi (foto: repro)

BANDA ACEH – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Ketua KIP Nagan Raya Idris dan anggota komisi itu Ahmad Husaini. Keputusan itu dijatuhkan dalam sebuah persidangan di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dalam persidangan, DKPP menyatakan kedua personil KIP itu diberhentikan dari jabatannya karena melanggar kode etik. Keduanya terbukti meminta uang dari sejumlah anggota DPRK Nagan Raya terpilih.

Persidangan mengungkapkan fakta, bahwa Idris terbukti meminta sejumlah uang kepada anggota DPRK Nagan Raya terpilih untuk kepentingan pribadi. Sementara Ahmad juga mengetahui adanya transfer uang dari anggota DPRK terpilih ke rekening pribadi.

Setelah menerima uang yang bukan haknya tersebut Ahmad tidak berusaha mengembalikannya. Uang tersebut dinilai bukan sebagai penghasilan yang sah menurut etika dan hukum. "Tindakan para teradu terbukti merusak kredibilitas, martabat dan kehormatan penyelenggara pemilu," kata anggota DKPP, Prof Teguh Prasetyo.

Hukuman atas personil KIP Nagan Raya tertuang dalam Putusan nomor perkara 284-PKE-DKPP/IX/2019. Voinis itu dibacakan Ketua Majelis sekaligus Plt Ketua DKPP, Prof. Muhammad. "Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu I Idris selaku ketua merangkap anggota KIP Kabupaten Nagan Raya dan teradu II Ahmad Husaini selaku anggota KIP Kabupaten Nagan Raya terhitung sejak putusan dibacakan," ujar Muhammad ketika membacakan vonis.

Kasus ini bermula ketika DKPP menerima aduan dari Said Mundhar, seorang PNS asal Nagan Raya. DKPP kemudian menggelar sidang dengan memeriksa teradu serta pengadu dan sejumlah saksi.[]

Komentar

Loading...