Sumbar Provinsi Terbaik dalam Perencanaan Pangan dan Penanganan Covid-19

Sumbar Provinsi Terbaik dalam Perencanaan Pangan dan Penanganan Covid-19
Sumatera Barat (foto: Bisnis Sumatera)

KANAL73.com, JAKARTA – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dinilai memiliki kebijakan yang mampu memberi dampak pengendalian harga dan akses pangan kepada masyarakat. Penyusunan RKPD yang memuat kebijakan penanganan Covid-19 terinternalisasi juga menyebabkan provinsi ini mendapatkan penilaian terbaik.

Atas kedua pencapaian tersebut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas menetapkan Sumatera Barat sebagai provinsi terbaik. "Distribusi pasokan air dan pangan berbasis sektor strategis melalui Toko Tani Indonesia Center untuk pengendalian harga dan akses pangan," demikian narasi video Bappenas saat Musyarawah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021, Selasa (4/5/2021).

Menurut penilaian Bappenas, Sumbar keluar sebagai provinsi terbaik karena Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) memuat kebijakan penanganan pandemi Covid-19. Penanganan dilakukan secara terinternalisasi sejalan dengan prioritas pembangunan dan kebijakan daerah di bidang ekonomi, kesehatan, sosial, hingga kebencanaan.

Tingkat ketimpangan di Sumbar juga dianggap membaik. Hal ini didukung program penanganan daerah tertinggal dengan pendekatan infrastruktur, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan manusia.

Provinsi terbaik kedua dan ketiga masing-masing Jawa Barat (Jabar) dan Bengkulu. Jabar mendapat penghargaan juga karena kebijakan penanganan Covid-19. "Respons penanganan Covid-19 melalui pusat informasi dan komunikasi pada sektor kesehatan dan pelayanan publik mendapat nilai terbaik,"  penialaian Bappenas.

Aspek yang menonjol di Jabar adalah kebijakan RKPD yang memiliki inisiasi prioritas daerah khusus dalam rangka pemulihan Covid-19. Strateginya dilakukan melalui aplikasi e-planning Sirampaksekar yang mengumpulkan usulan masyarakat.

Untuk aspek pencapaian, Bappenas melihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar membaik karena didukung oleh kebijakan akses pendidikan untuk semua dan kebijakan desentralisasi layanan kesehatan.

Bengkulu unggul karena dalam RKPD-nya memberikan kerangka logis terhadap isu strategis dan sasaran pembangunan daerah, yaitu investasi. "Aksi padu investasi melalui inovasi pelayanan investasi, promosi, dan kolaborasi investasi," ungkap Bappenas.

Sedangkan dari sisi pencapaian, IPM dan rasio gini, Bengkulu mencatatkan tren membaik. Ini didukung oleh kebijakan “Bengkulu Cerdas, Bengkulu Sehat, dan Bengkulu Maju”.

Bappenas juga memberi penghargaan terbaik untuk kategori kabupaten/kota. Kabupaten terbaik pertama hingga ketiga masing-masing Kabupaten Bangka, Banggai, dan Hulu Sungai Selatan. Sedangkan untuk Kota terbaik, masing-masing Kota Semarang, Padang, dan Bandung.

Penghargaan khusus bagi daerah dengan inovasi pembiayaan alternatif pada proyek SPAM diraih Kota Pekanbaru. Penghargaan daerah dengan ekonomi hijau dan rendah karbon diboyong Provinsi Bali.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...