Breaking News

Sulit Dapat Kerja, Warganet Curhat di Medsos

Sulit Dapat Kerja, Warganet Curhat di Medsos
Ilustrasi (sumber: TribunNews.com)

BANDA ACEH – Seorang warga mengeluh soal sulitnya mendapatkan pekerjaan. Di media sosial, ia lalu menumpahkan uneg-uneg. Curhat warganet di Sukabumi, Jawa Barat, itu kemudian viral di salah satu grup Facebook.

Dilansir dari laman sukabumiupdate.com, Minggu (13/10/2019), seorang warganet bernama Siti Jamilah Pawarna membuat uanggahan tanggal 5 Oktober 2019. Ia membuat surat yang ditulis dalam huruf capital. Bunyinya: “BAPAK PRESIDEN. DI SUKABUMI MEMANG TIDAK ADA ASAP TAPI MATA KAMI PERIH. KETIKA MELIHAT MEREKA DITERIMA KERJA KARENA PUNYA ORANG DALAM”.

Surat tersebut juga dilengkapi dengan emotion sedih dan tagar CERITA PEJUANG LOKER. Ungkapan hati Siti Jamilah Pawarna pada 5 Oktober 2019 tersebut menyedot perhatian pengguna media sosial lantaran bernada miris.

Warganet pun menanggapi unggahan tersebut dengan beragam komentar. Ada yang menyinggung kartu prakerja program Persiden Joko Widodo (Jokowi) hingga soal suap menyuap dalam konteks agama. 

“Smoga didengar presiden baca jd ga ada istilah KKN lg…yg pernah ngelamar ksana ksini pasti ngerasain pejuang amplop coklat,” tulis pemilik akun Kelenci Wabi di kolom komentar.

Warganet lainnya juga menyisipkan postingan gambar meme yang melukiskan suasana susahnya mencari kerja karena praktik calo, uang, dan praktik KKN.

Terkait fenomena susahnya mencari kerja di Sukabumi, khususnya di wilayah kabupaten, Ketua Gerakan Sukabumi Proaktif Anjak Priatma Sukma menyatakan perlu keberpihakan pemerintah.

20191013-curhat-pengangguran

(sumber: Sukabumiupadate.com)

Dia berkata, pemerintah daerah harus mengajak semua elemen agar memiliki komitmen bersama untuk menghilangkan praktik KKN dalam dunia kerja. “KKN dalam dunia tenaga kerja adalah hal yang melanggar hukum, artinya perlu tindakan dan sikap tegas. Selain itu perlu sosialisasi ke calon pencaker tentang aturan dan undang-undang sehingga saat menemukan penyimpangan tahu yang harus dilakukan, yaitu melapor ke pihak berwajib,” kata Anjak.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi berjanji akan mendorong Pemkab Sukabumi memperbanyak kerja sama dengan daerah lain di Indonesia atau negara lain yang membutuhkan banyak tenaga kerja sektor formal.

“Iya pemda bisa memulai menyiapkan skill pencari kerja sejak masih di sekolah, agar mampu bersaing hingga ke luar negeri, sektor formal ya dengan keahlian bukan sektor informal,” ujarnya.[*]

Komentar

Loading...