Breaking News

Singapura: Kasus Penusukan Wiranto Aksi Teroris tak Masuk Akal

Singapura: Kasus Penusukan Wiranto Aksi Teroris tak Masuk Akal
Saat menjelang Wiranto kena tusuk (foto: repro)

SINGAPURA – Otoritas Singapura mengecam keras aksi penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Namun, menurut mereka, menyebut insiden itu sebagai “serangan teroris tak masuk akal'.

"Singapura mengecam serangan teroris tak masuk akal terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia, Wiranto, di Banten, Indonesia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Singapura seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (11/10/2019).

"Kami mendoakan pemulihan yang cepat dan menyeluruh bagi Menko Wiranto dan mereka yang terluka," imbuh pernyataan tersebut.

Diketahui bahwa Wiranto ditusuk seorang pria bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10) siang waktu setempat. Akibat serangan itu, Wiranto mengalami dua luka tusukan di tubuh bagian depan.

Wiranto yang berusia 72 tahun ini telah menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Informasi terbaru menyebut Wiranto telah dipindahkan ke ruang perawatan, setelah sebelumnya dirawat di ruang ICU.

Selain Wiranto, ada tiga korban luka lainnya, yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, ulama Pandeglang Fuad dan ajudan Danrem.

Pelaku penusukan, Abu Rara (31), telah ditangkap oleh polisi. Dia tangkap bersama istrinya yang bernama Fitri Diana (21). Pihak kepolisian menyebut Abu Rara terpapar paham radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kepala BIN Budi Gunawan menyatakan Abu Rara merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi dan sebelumnya diketahui bergabung dalam JAD Kediri.

JAD diketahui merupakan salah satu dari sekian banyak kelompok radikal yang menyatakan sumpah setia kepada ISIS.

Dalam pernyataannya usai menjenguk Wiranto di RSPAD, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pelaku penusukan terhadap Wiranto sebagai teroris. Jokowi meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut insiden ini. Ditegaskan Jokowi bahwa kepolisian akan didukung BIN dan TNI.

"Tadi hanya beberapa menit setelah kejadian penusukan dengan pisau oleh teroris kepada Menko Polhukam Bapak Wiranto saya langsung mendapatkan laporannya dan saat itu juga saya langsung perintahkan yang ada di lapangan untuk segera dibawa dengan heli menuju ke Jakarta menuju ke RSPAD," kata Jokowi kepada wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakpus, Kamis (10/10).

"Saya perintahkan juga kepada Kapolri, KaBIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas, sekali lagi mengusut tuntas," ujar Jokowi.[*]

Komentar

Loading...