Breaking News

Seorang Pejabat BPBA Segera Ditetapkan Jadi Tersangka

Seorang Pejabat BPBA Segera Ditetapkan Jadi Tersangka
Jembatan Pangwa (foto: repro)

KANAL73.com – Seorang pejabat BPBA diduga terlibat korupsi proyek pembangunan jembatan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Kejaksaan setempat sedang merampungkan berkas untuk segera menaikkan status pejabat tersebut menjadi terdakwa.

Pejabat ini diduga terlibat dalam kapasitasnya sebagai pihak yang berperan penting dalam pengelolaan proyek rehab jembatan Pangwa. “Kita semua sudah tahu siapa orangnya,” sebut sumber di kantor ini.

Menjawab KANAL73.com via sambungan telepon, Rabu (7/4/2021), sumber ini mengatakan, pejabat yang diduga terlibat dalam kasus ini hingga sekarang masih menduduki jabatan di Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). “Tapi, selama seminggu terakhir tidak masuk kantor,” kata sumber yang minta identitasnya tak disebut.

Baca juga: Terkait Kasus Korupsi Jembatan Pangwa, Kejati Aceh Geledah Kantor BPBA

Melansir laman AJNN.net, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya telah mengantongi nama orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan tersebut. Sebelumnya, dalam kasus yang sama telah ditetapkan tiga tersangka, yaitu MAH (Direktur PT Zarnita Abadi), AZH (CV Trikarya Pratama Consultan), dan MUR (Direktur CV Trikarya Pratama Consultan).

Dalam pengembangan kasus, menurut sumber di kalangan penegak hukum, ditemukan sejumlah keterangan dan bukti yang mengarah kepada ditetapkannya tersangka baru. Hingga hari ini, menurut Kasi Pidsus Kejari Pidie Jaya Wahyu Ibrahim, memang belum ada penetapan tersangka baru.

Dia menjelaskan, pihak Kejari sedang merampungkan berkas untuk kasus dugaan korupsi rekontruksi jembatan yang rusak akibat gempa Pidie Jaya tahun 2016. "Dalam pekan ini akan ada orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru," kata Wahyu Ibrahim dikutip dari AJNN.net, Rabu (7/4/2021).

Kepada media, ia menyebut inisial tersangka baru adalah T. Ia merupakan salah seorang pejabat pada BPBA. "Lagi penyempurnaan berkas calon tersangka baru," sebut jaksa ini.

Dijelaskan, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dugaan korupsi pada proyek ini menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 400 juta.[]

Bupati HUT Abdya
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...