Breaking News

Seorang Pelajar di Aceh Jaya Diduga Terlibat Prostitusi Online

Seorang Pelajar di Aceh Jaya Diduga Terlibat Prostitusi Online
Ilustrasi kasus penangkapan pelaku prostitusi online (foto: repro)

CALANG – Ancaman wabah virus Corona yang telah menimbulkan kecemasan bagi banyak orang tampaknya tidak membuat takut pelaku seks komersial di Aceh Jaya. Tiga wanita yang diduga terlibat prostitusi online di sana diciduk aparat kepolisian, Jumat (20/3/2020) sore.

Di tengah merebaknya isu penyebaran wabah virus Corona, tiga wanita di salah satu desa dalam Kabupaten Aceh Jaya bukannya berdiam diri di rumah. Mereka dikabarkan tetap aktif mencari pelanggan.

Tapi, naas. Tim Buru Sergap (Buser) dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Jaya menangkap tiga wanita muda ini di kawasan Krueng Sabee. Mirisnya, satu dari tiga wanita yang diduga terlibat bisnis esek-esek itu masih berstatus pelajar.

Menurut informasi dari kalangan kepolisian, para pelaku melakukan transaksi secara online dengan cara transfer melalui ATM. Petugas, kabarnya, telah melakukan investigasi selama satu minggu sebelum berhasil menciduk mereka.

Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya, Iptu Bima Nugraha Putra, sebagaimana dilansir AJNN mengatakan, pihaknya terpaksa berpura-pura menjadi pelanggan untuk bisa menjerat pelaku. "Setelah dapat informasi dari warga, kita menyamar sebagai pelanggan," ujarnya.

Polisi menerangkan, si perantara baru mau mempertemukan calon pelangggan dengan remaja di bawah umur setelah menerima bayaran melalui transfer ATM. "Tadi sebelum kita tangkap, anggota kita yang menyamar sebagai pelanggan sudah mentransfer Rp 1 juta," katanya.

Informasi dari pihak keamanan menyebutkan, isu tentang adanya prostitusi online di wilayah itu sudah meresahkan warga. Lebih-lebih akibatnya adanya dugaan bahwa praktik prostitusi online itu melibatkan anak di bawah umur.

Mereka yang diamankan petugas masing-masing R dan temannya berusia 23 tahun dan berstatus sebagai ibu rumah tangga. Semnetara satu orang lagi, identitasnya tidak dipublikasikan, masih berumur 16 tahun dan berstatus sebagai pelajar.

Polisi masih terus mendalami kasus ini. Mucikari dikenakan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.[]

Komentar

Loading...