Breaking News

Sempat Beredar Baliho Kampanye Berlogo Pemkab, Diskominfo Bantah Ikut Mendesain

Sempat Beredar Baliho Kampanye Berlogo Pemkab, Diskominfo Bantah Ikut Mendesain
Baliho paslon bupati dengan logo Pemkab (foto: kanal73/galuh ilham)

PURBALINGGA – Publik Purbalingga, Jawa Tengah, dihebohkan kemunculan baliho salah satu bakal calon bupati berlogo Pemkab setempat. Foto baliho ini diposting oleh seorang netizen melalui akun Facebook Sukman Wahyono, Jumat (11/09/2020).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui Dinkominfo langsung memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut melalui laman Facebook resmi @Dinkominfopbg, Sabtu (11/09/2020). Pemkab menyatakan tidak pernah mendesain baliho berlogo Pemkab yang berkaitan dengan dukungan kepada salah satu pasangan bakal calon bupati manapun.

Pihak Pemkab Purbalingga juga megatakan tidak pernah mendesain baliho dengan latar belakang logo hitam seperti yang tertera pada postingan di media sosial. Baliho dimaksud, ditegaskan, pembuatannya juga tidak menggunakan anggaran Pemkab atau APBD.

Pemkab meminta masyarakat agar melaporkan kepada pihak terkait jika  masih menemukan baliho kampanye pasangan calon bupati seiring dengan semakin dekatnya masa sukses kepala daerah. Masing-masing kubu paslon mulai gencar melakukan kampayne.

Ini dilakukan oleh para pendukung kedua bakal calon bupati, baik dari kubu Muhammad Zulhan Fauzi dan Zaini Makarim Supriyatno (Oji – Zaini) serta pasangan petahana Dyah Hayuning Pratiwi dengan Sudono (Tiwi – Dono). Perseturuan kedua pendukung pun terlihat kian panas di media social. Ini dibuktikan kemunculan grup wadah Aspirasi Warga Purbalingga (Suara Purbalingga SUPER) yang sempat menjadi buah bibir di wilayah itu.

Bawaslu Purbalingga sempat mengambil langkah tegas dengan menerbitkan kebijakan pengawasan ketat di media cetak maupun elektronik.
Langkah ini dilakukan karena maraknya narasi politik yang mengandung unsur penghinaan, SARA serta tak jarang munculnya perilaku menyudutkan salah satu pihak.

Melansir laman resmi @purbalinggakab.go.id, Bawaslu menyatakan kegiatan pengawasan mulai dilaksanakan per tanggal 22 November sampai 5 Desember 2020. Pilkada Kabupaten Purbalingga sendiri akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Pemkab menghimbau agar masyarakat cerdas dalam menanggapi isu-isu yang ada. “Teliti terlebih dahulu kebenarannya sehingga tidak menyudutkan pihak tertentu,” imbau pihak Pemkab melalui laman resmi.

Selain itu, warga juga tidak diperkenankan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena diyakini bisa menimbulkan fitnah serta ujaran kebencian.[K73- gyh]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...