Breaking News

Sekolah Menjerit, Sudah 3 Bulan Dana BOS belum Juga Cair

Sekolah Menjerit, Sudah 3 Bulan Dana BOS belum Juga Cair
Ilustrasi kegiatan proses belajar di kelas beberapa waktu lalu (foto: repro)

BANDA ACEH – Para kepala sekolah berbagai jenjang pendidikan di Aceh resah akibat belum cairnya kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara, mereka dituntut agar tetap bekerja dan menghasilkan lulusan berkualitas.

Karena proses pendidikan dituntut tetap berjalan meskipun di saat wabah Covid-19 melanda, pihak sekolah dipaksa mencari solusi sendiri. Untuk triwulan I (Januari-Maret), kepala sekolah harus utang kiri-kanan untuk menutupi kebutuhan operasional seperti bayar listrik, dan sebagainya.

Macetnya penyaluran dana BOS diduga terjadi akibat perubahan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebelumnya, proses transfer dana ini dilakukan oleh daerah. Tapi, mulai tahun 2020 pengelolaannya ditarik ke Pusat.

Perubahan kebijakan ini ditengarai menyebabkan molornya proses pencarian dana. Selain harus mengurus sekolah seluruh Indonesia, juga terdapat kendala lain. Misalnya, penggunaan rekening bank oleh pihak sekolah.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, hampir seluruh sekolah di Aceh menggunakan rekening bank lokal untuk kepentingan penyaluran dana BOS. Karena itu, ada yang menduga, penggunaan rekening bank daerah menjadi salah satu penyebab macetnya penyaluran. “Buktinya ada sekolah yang menggunakan rekening bank nasional sudah menerima kucuran dana BOS triwulan pertama,” ujar sebuah sumber.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rachmat Fitri menyatakan sudah menyampaikan permasalahan macetnya penyaluran dana BOS dalam rapat Sosialisasi Kebijakan Kemendikbud pada masa darurat COVID-19 melalui video converence pada 9 April 2020 lalu. Permasalahan ini pun, katanya, sudah dibahas dalam rapat koordinasi dengan pihak Bank Aceh.

Menurut keterangan Kadisdik, tidak ada masalah lagi dengan pendataan sekolah. “Verifikasi dan validasi data rekening satuan pendidikan telah dilakukan dan telah pula disampaikan kembali ke pihak Kemendikbud,” ujar Rachmat Fitri mengutip keterangan pihak Bank Aceh. 

Tidak berhentti di situ, ia juga mengaku telah melayangkan surat kepada Mendikbud tanggal 14 April 2020 untuk meminta agar pihak Kementerian segera melakukan pencairan dana BOS.

Tapi, kata Rachmat Fitri, hingga sejauh ini belum ada jawaban dari Kemendikbud. Meski demikian, dia tetap berharap, agar dana yang sangat dibutuhkan sekolah tersebut bisa segera cair.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...