Breaking News

Penerbangan Internasional Ditutup

Sekitar 150-an Mahasiswa Aceh di Turki Masih Aman

Sekitar 150-an Mahasiswa Aceh di Turki Masih Aman
Presiden Erdogan (foto: repro)

ISTANBUL – Keberadaan sekitar 150-an mahasiswa Aceh yang sedang studi di Turki hingga sejauh ini dilaporkan berada dalam kondisi aman. Mereka tetap mendapatkan perlakuan yang standar sebagaimana para pendatang lainnya.

Sejak meningkatnya serangan wabah virus Corona (Copid-19) di negara itu, Pemerintah Turki terus meningkatkan kewaspadaan. Fasilitas umum ditutup, termasuk leyanan penerbangan internasional.

Dalam konferensi persnya, Jumat (27/3/2020) malam waktu Turki, Presiden Erdogan menyempaikan 7 poin kebijakan terkait penanganan darurat Copid-19, antara lain, menutup penerbangan internasional dan pengaturan terhadap warga yang bepergian antarkota.

20200328-maklumat-erdogan

Sumber: Twitter

Dalam maklumatnya, Presiden Turki menegaskan, warga yang melakukan perjalanan antarkota harus mendapatkan izin dari kantor gubernur. Selain itu, maklumat juga mengatur sistem kerja para karyawan. “Sistem kerja yang fleksibel dengan personil minimum di sektor swasta dan di sektor publik,” bunyi maklumat itu.

Baca juga: Lockdown Turki, Polisi Datangi dan Layani Lansia ke Rumah-rumah

Turki juga mengatur dengan ketat penggunaan seat (tempat duduk) di dalam kendaaan umum. Bangku yang boleh dimanfaatkan diatur selang-seling, sehingga penumpang tidak duduk berdampingan secara langsung.

Pemerintah juga mengamankan area piknik dan taman. “Fasilitas publik ini ditutup penuh pada akhir pekan, dilarang berkumpul secara kolektif pada hari kerja.”

Tidak hanya warga sipil, ketentuan pembatasan yang diberlakukan di Turki juga berlaku untuk tentara. Dalam maklumat disebutkan, militer harus mengikuti aturan karantina selama 14 hari yang disesuaikan dengan kondisi.

Pengaturan serupa berlaku di semua provinsi dan kota-kota besar di Turki. “Gubernur akan mengikuti langkah-langkah di semua provinsi (khususnya 30 kota besar) dan langkah-langkah tambahan akan diambil jika perlu,” demikian maklumat Presiden Erdogan.[K73/010]

Komentar

Loading...