Breaking News

PPTK Proyek Karantina Hafiz Keberatan kalau Hanya Dia yang Dijadikan Tersangka

PPTK Proyek Karantina Hafiz Keberatan kalau Hanya Dia yang Dijadikan Tersangka
Ilustrasi (foto: repro)

KANAL73.com, BLANGKEJEREN – Sahrul Huda alias Apuk, PPTK kegiatan Karantina Hafiz pada Dinas Syariat Islam Gayo Lues, membuat surat terbuka. Dia menyatakan keberatan dijadikan tersangka jika yang lainnya seperti Bendahara, Pokja, dan rekanan tidak diproses hukum.

Penegasan itu disampaikan Apuk lewat surat terbuka yang kini beredar luas di media sosial. “Saya bernama Sahrul Huda sebagai PPTK kegiatan sumber daya santri (karantina hafiz) pada DSI Galus merasa keberatan yang ditangani Polres dan dijadikan sebagai tersangka, jika yang lainnya tidak dijadikan tersangka seperti Bendahara, Pokja dan rekanan lainnya,” tulisnya dalam surat terbuka.

Baca juga: KPA, PPTK, dan Rekanan Proyek Karantina Hafiz Gayo Lues Tersangka

Surat yang dibuat di atas materi 6000 itu tembusannya disampaikan kepada Kapolri RI, Kabid Propam RI, dan KPK RI. Surat itu dibuat di Blangkejeren tertanggal 22 April 2021.

Dalam surat itu, Apuk menjelaskan aliran dana sebesar Rp 2 miliar diserahkan kepada dua orang. Yakni, kepada bendahara sebesar Rp 1,8 miliar dan Pokja Rp 200 juta.

Kegiatan karantina hafiz didanai dengan anggaran APBK 2019 sebesar Rp 12,5 miliar. Dana tersebut, urai Apuk, diperuntukkan membiayai sejumlah kegiatan, yaitu makan minum dan snack panitia sebanyak 45 orang, narasumber 40 orang, serta peserta dari kalangan santri dan santriwati 1.000 orang perwakilan 11 pondok pesantren yang tersebar di 8 kecamatan di Gayo Lues.

Katanya, kegiatan karantina santri berlangsung selama 90 hari atau tiga bulan dengan pagu anggaran untuk kegiatan makan dan minum sebesar Rp 9 miliar lebih. Hasil audit BPKP menemukan kerugian negara dalam proyek ini mencapai Rp 3.763.790.368.

Atas dasar itu, Polres Gayo Lues melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini. Setelah diperoleh cukup bukti, pihak kepolisian akhirnya menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka, yaitu mantan Kepala DSI berinisial HS, PPTK SH alias Apuk, dan LH selaku rekanan sebagai penyedia tempat untuk kegiatan karantina hafiz.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...