Breaking News

Polisi Tembak Preman yang Memeras Pengguna Jalan di Jakarta Barat

Polisi Tembak Preman yang Memeras Pengguna Jalan di Jakarta Barat
Tim Pemburu Preman Polres Jakarta Barat menangkap komplotan “pak ogah” di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. (foto: repro)

JAKARTA – Dua orang residivis yang kerap memeras pengguna jalan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, ditembak polisi, Jumat (13/9/2019). Dalam aksinya, kedua penjahat itu berpura-pura menjadi “pak ogah” yang mengatur lalu lintas.

Peristiwa yang sama sebelumnya pernah terjadi kawasan padat Pasar Tanah Abang. Aksi pemerasan di kawasan Kebun Jerok itu pun direkam oleh warga, video-nya kemudian juga viral di media sosial.  

Petugas dari Polres Jakarta akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku. "Kita amankan dua pelaku pemalakan yang pada tanggal 9 itu (saat) kami tangkap itu menyerang petugas. Sehingga kami ambil tindakan tegas dan terukur," kata Kanit Krimum Polres Jakbar, Iptu Dimitri Mahendra, dalam video yang diunggah di akun Instagram Polres Jakbar, @polres_jakbar, Sabtu (14/9/2019).

Baca juga: Pengangguran di Jakarta Semakin Brutal, Peras Pengendara Mobil

Kedua pelaku berinisial JAF (39) dan A alias F (39) ditangkap di putaran Pesing Garden, tepatnya di depan Ruko Grand Mansion, Kebon Jeruk, Jakbar. Kedua pelaku bermodus menjadi 'pak ogah' yang meminta uang secara paksa kepada pengemudi yang melintas di lokasi. 

"Jadi modusnya, dia mengontrol lalu lintas. Kemudian saat korban melewati Jalan Pesing, Daan Mogot, pelaku menduduki kap mobil korban kemudian menggedor-gedor mobil korban untuk mendapatkan uang. Apabila korban tidak memberi, maka mobil akan digores pelaku," kata Dimitri.

Kedua pelaku membagi tugas ketika memalak pengemudi mobil. Tersangka A berperan menghadang mobil yang akan lewat dengan cara menduduki kap mobil. Sementara JAF memalak uang sembari menggedor-gedor mobil korban.

Saat ditangkap, keduanya diketahui ada dalam pengaruh minuman beralkohol. Ketika diperiksa, ternyata keduanya baru saja keluar dari penjara terkait kasus narkoba.

"Jadi bulan Agustus dia baru keluar penjara atas kasus narkoba. Dan pada saat ditangkap, pelaku ini dalam keadaan mengkonsumsi miras jenis ciu. Saat dites urine hasilnya positif narkoba," ujar Dimitri.[*]

Komentar

Loading...