Breaking News

Pijay Gleeh Kembali Bagikan Masker untuk Warga

Pijay Gleeh Kembali Bagikan Masker untuk Warga
Aktivis Pijay Gleeh sedang membagikan masker (foto: dok Ist)

MEUREUDU – Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam mencegah penyebaran Covid-19, Komunitas Pijay Gleeh dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pidie Jaya membagikan masker di wilayah itu, Minggu (09/04/20). Mereka juga menjelaskan pentingnya menggunakan APD.

Sambil membagikan masker gratis, aktivis sosial ini juga mensosialisasikan betapa pentingnya penggunaan masker, saat bekerja dan bepergian keluar rumah, apalagi seorang pedagang yang setiap saat berhubungan langsung dengan banyak orang atau pembeli.

Aktivis sosial di Pidie Jaya ini menjelaskan, dalam situasi seperti itu pemakaian APD menjadi hal penting dari upaya memutus penyebaran virus corona. Karena itu, mereka mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencegah dari penularan virus. 

Ketua Komunitas Pijay Gleeh, Fazli Husin, mengatakan, hari ini pihaknya menyambangi empat Kecamatan di kabupaten itu, yaitu Kecamatan Meurah Dua, Ulim, Jangka Buya, dan Bandar Dua.

20200419-whatsapp-image-2020-04-19-at-11.32.09

Di empat kecamatan itu, kata Fazli, mereka mendistribusikan 1.200 masker kain untuk para pedagang dan warga yang bekerja di luar rumah. Pijay Gleeh sebelumnya juga telah membagikan 1.500 masker kain ke tiga kecamatan lainnya.

Masker yang dibagikan berasal dari hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh komunitas Pijay Gleh dan dari para donatur. Bantuan masker kain itu, mereka harap dapat bermanfaat untuk para pedagang dan masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya.

Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pidie Jaya, Muyasir, mengatakan, pembagian masker ini merupakan bentuk edukasi relawan kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di Pidie Jaya.

Ia berharap, apa yang telah dilakukan hari ini dapat membantu masyarakat, terutama para pedagang dan masyarakat yang harus beraktivitas di tengah pandemi covid-19.[]

Komentar

Loading...