Breaking News

Peristiwa Wawancara Deddy Corbuzier dengan Mantan Menkes Siti Fadilah Dipermasalahkan

Peristiwa Wawancara Deddy Corbuzier dengan Mantan Menkes Siti Fadilah Dipermasalahkan
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Supari (foto: repro)

JAKARTA – Posisi mantan Menteri Kesehatan era SBY, Siti Fadilah Supari, makin terpojok pascaperistiwa wawancara dengan Deddy Corbuzier. Peristiwa wawancara dipermasalahkan karena disebut-sebut tidak memiliki izin resmi dari Ditjenpas Kemenkumham.

Ada rumor yang menyebutkan ruang rawat Siti dikunci dari dalam saat berlangsungnya wawancara sehingga tidak ada yang bisa masuk termasuk perawat yang hendak memberi obat-obatan.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber mengatakan, Deddy mendatangi terpidana kasus suap alat kesehatan yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Siti dirujuk dari Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, tempat ia menjalani masa tahanan sejak 2017 silam.

Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti yang mengutip keterangan pihak Rutan Pondok Bambu mengatakan, wawancara Deddy dengan Siti berlangsung di Ruang Paviliun Kartika kamar 206 pada Rabu, 20 Mei 2020 malam hari. "Sekitar pukul 21.30 WIB hingga 23.30 WIB," penjelasan Rika dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020).

Dijelaskan lagi, ada empat orang masuk ke ruangan Siti malam itu, dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka mengenakan masker, salah seorang mengenakan jaket beserta pelindung kepalanya dan ransel. Seorang diantaranya Deddy Corbuzier.

Menurut informasi, petugas yang berjaga di sana tidak sempat menanyakan maksud kedatangan tamu-tamu itu. Mereka tiba-tiba sudah berada di ruangan yang dikunci dari dalam. "Termasuk saat ada perawat yang ingin masuk ruang rawat untuk memberi obat-obatan pun dilarang masuk oleh keluarga yang bersangkutan," ujarnya.

Pihak Rutan Pondok Bambu mengaku sama sekali tidak mengetahui soal wawancara Deddy-Siti. Pengakuan Plt Kepala Rutan, ia langsung memerintahkan Plt KPR dan Kasi Pelayanan Tahanan untuk menelusuri soal wawancara itu.

Dia mengatakan, kegiatan wawancara Deddy dengan Siti ternyata tidak sesuai dan tidak memenuhi pernyataan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kemenkumham dan UPT Pemasyarakatan, Pas No. M..HH-01.IN.04.03, 5 Oktober 2011.

Permenkumham yang dianggap dilanggar Dedy dan Siti ialah pasal 28 ayat 1 yang berbunyi bahwa Peliputan untuk kepentingan penyediaan iformasi dan dokumentasi harus mendapat izin secara tertulis dari Ditjenpas. Kemudian pasal 30 ayat 3 yang menyatakan bahwa peliputan hanya dapat dilakukan pada hari kerja dan jam kerja yang ditentukan oleh masing-masung unit satuan kerja.

Ada pula pasal 30 ayat 4 yang menyatakan bahwa pelaksaanaan peliputan harus didampingi oleh pegawai pemasyarakatan dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Serta pasal 32 ayat 2 yang menyatakan bahwa wawancara terhadap narapidana hanya dapat dilakukan jika berkaitan dengan pembinaan narapidana.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...