Breaking News

Penumpang China Airlines Bawa 400 Proyektil ke Indonesia, Katanya untuk Berburu

Penumpang China Airlines Bawa 400 Proyektil ke Indonesia, Katanya untuk Berburu
proyektil yang diamankan petugas di Bandara Juanda, Sabtu( 23/2/2019). Foto: dok Ist

JAKARTA – Seorang penumpang maskapai China Airlines berinisial SP (36) kedapatan membawa masuk 400 proyektil ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Sabtu (23/2) malam. Kepada petugas, ia mengatakan peluru itu akan digunakan untuk berburu.

SP menumpang pesawat China Airlines dengan kode penerbangan CI-751 dari Taiwan. Sebelum tiba di Surabaya, dia terlebih dahulu transit di Singapura. Dia mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya sekitar pukul 23.00 WIB.

Sebagaimana SOP bandara, semua bagasi dan barang kabin penumpang diperiksa menggunakan mesin X-ray. Ketika barang penumpang atas nama SP diperiksa, petugas menemukan lima bungkus mencurigakan. Bungkusan tersebut berbalut isolasi warna putih yang ditempatkan di antara tumpukan baju di dalam koper. Saat dibuka, lima bungkus berbalut isolasi warna putih itu ternyata berisi 400 butir proyektil senjata api berbagai jenis. 

Petugas menjelaskan, proyektil yang ditemukan itu terdiri atas 100 buah Splitzer Caliber 30, 200 buah Held-X Caliber 30, dan 100 buah Hornady ELD-X Caliber 700 mm.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, dari pengembangan yang dilakukan pihaknya diperoleh keterangan, bahwa proyektil itu diperoleh dari Amerika Serikat. Proyektil itu akan dirakit lagi dan dimasukkan dalam selongsong yang berisi bubuk mesiu.

Meski membawa proyektil, menurut Kombes Barung, SP tak ditahan. Definisi proyektil yang bukan merupakan senjata api berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api membuat polisi tak bisa menahan SP.

Dikatakan, orang tersebut membawa salah satu komponen amunisi. “Jadi, amunisi itu adalah: satu, bahan ledak; dua, selongsong, ada hulu ledak, dan kemudian ada proyektilnya. Yang dibawa oleh yang bersangkutan adalah bagian daripada amunisi, yaitu proyektil saja," urai Barung.

Dengan demikian, ia menyatakan, pihak kepolisian tidak dapat melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan, karena tidak melanggar Undang-Undang.

Beda lagi keterangan Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. Ia mengatakan SP telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan oleh Polresta Sidoarjo. "Tersangka sudah menjalani proses hukum, sudah dilakukan penyidikan dan penahanan oleh Polresta Sidoarjo," kata Dedi di Mabes Polri, Senin (25/2).

Dedi mengatakan SP dijerat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang penguasaan senjata api. Kepada polisi tersangka mengaku akan merakit proyektil tersebut untuk berburu. "Dari hasil keterangan tersangka, itu akan dirakit kembali kemudian untuk kepentingan berburu, itu nanti akan didalami," ujar Dedi.[*]

Komentar

Loading...