Breaking News

Pemerintah Indonesia Harus Selamatkan Muslim di Uighur China

Pemerintah Indonesia Harus Selamatkan Muslim di Uighur China
Aksi bela Uighur di Jakarta. Foto: dok Ist

JAKARTA - Ketua dewan pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengaku prihatin dan menyesalkan perlakuan diskriminatif yang dilakukan Pemerintah China terhadap kaum muslim di Uighur. Ia meminta pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah diplomatik tegas untuk membantu kaum muslim tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada pers di Jakarta, Sabtu (22/12/2018), Aburizal mengatakan, tindakan Pemerintah China terhadap Uighur adalah kesewenang-wenangan. Tindakan itu menunjukkan tidak adanya kebebasan di dalam menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing.

Baca juga : china-untuk-kaum-uighur-di-xinjiang/index.html" target="_blank" rel="noopener">Propaganda Pemerintah China untuk Kaum Uighur di Xinjiang

Aburizal menilai, kasus ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Bahkan, menurutnya, termasuk dalam penindasan sebagaimana yang tertulis dalam piagam HAM dalam PBB.

Ia mendesak pemerintah mengambil langkah tegas terhadap China. Pemerintah menurutnya tidak perlu ragu untuk menyelamatkan kaum muslim di Uighur China. "Sebagai bangsa yang cinta damai, sebagai bangsa yang menjunjung nilai Pancasila, kami mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan langkah diplomatik yang tegas dan tidak ragu-ragu untuk membantu dan menyelematkan saudara kita muslim Uighur dari tindakan sewenang-wenang," kata Aburizal.

Sebagaimana ramai diberitakan, kondisi masyarakat suku Uighur di China jadi sorotan publik di Indonesia belakangan ini. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Kedubes China di Jakarta pada Senin (17/12). Kemlu meminta China terbuka soal kondisi suku Uighur.

Menurut keterangan Juru Bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, Kedubes Republik Rakyat Tiongkok telah menyampaikan komitmen terhadap perlindungan HAM. “Mereka sependapat bahwa informasi mengenai kondisi masyarakat Uighur perlu diketahui oleh publik," katanya di Jakarta, Kamis (20/12/2018).[*]

Komentar

Loading...