Breaking News

Ortu Tolak Rencana Sekolah di Tengah Pandemi, Kesehatan dan Keselamatan Anak Lebih Utama!

Ortu Tolak Rencana Sekolah di Tengah Pandemi, Kesehatan dan Keselamatan Anak Lebih Utama!
Ilustrasi (foto: repro)

JAKARTA – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memulai kembali aktivitas sekolah pada 13 Juli mendatang di tengah pandemi Covid1-9 ditentang masyarakat. Sebuah survei menyebut, 87 persen respon menolak rencana pemerintah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui akun Facebook pribadinya melakukan survei uji-coba baru-baru ini. Survei dibuat pada Jumat (22/5/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

Survei uji coba yang dibuat Retno itu setelah 6 jam diunggah mendapat 87 respon dari netizen yang terdiri dari guru, orangtua, dan tenaga kesehatan. Hasilnya mengejutkan, 71% responden menyatakan tidak setuju terhadap rencana drkolsh di tengah pandemi.

Mayoritas responden tidak setuju karena melihat angka positif Covid-19 di Indonesia masing sangat tinggi.

Mereka lebih mementingkan keselamatan anak dan guru dan tidak memilih untuk mengambil risiko untuk berdamai dengan virus sebagaimana disampaikan oleh Pemerintah.

"Saya tidak setuju. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus yg utama dan pertama. Mereka kelak generasi di bangsa ini," tulis seorang warganet.

Bahkan tak sedikit orangtua yang menguhubungkan kejadian di luar negeri, di mana banyak anak sekolah tertular virus corona usai kembali bersekolah.

"Merujuk dari negara-negara lain, kita persiapkan dulu imun kita sampai penyakit ini benar-benar minim terjadi. Jangan sampai kejadian di luar negeri itu terulang di Indonesia," tulis seorang warganet.

Pada 11 Mei 2020 sekolah dan penitipan anak di Prancis kembali buka, dalam hal itu sekitar 1,4 juta anak kembali ke sekolah.

Namun sejak sekolah dibuka kembali, setidaknya ada 70 kasus Covid-19 yang dilaporkan yang terdeteksi di sekolah-sekolah.

Sementara di Finlandia, sebanyak 17 siswa dan 4 guru yang telah terpapar virus corona di sekolah menengah yang memiliki 550 siswa itu. 

Kejadian serupa juga terjadi di Inggris, sejumlah siswa sekolah dasar dikabarkan positif terinfeksi virus corona setelah pemerintah membuka kembali aktivitas belajar di sekolah.[]

Baca naskah asli di sini

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...