Breaking News

Oknum Guru SMA di Abdya Setahun tak Bertugas tapi Tetap Terima Gaji

Oknum Guru SMA di Abdya Setahun tak Bertugas tapi Tetap Terima Gaji
Ilustrasi (sumber foto: facebook)

BLANGPIDIE – Seorang ibu guru salah satu SMAN di Aceh Barat Daya (Abdya) berinisial J hampir setahun tidak melaksanakan tugas. Meski tak bekerja, oknum guru Bahasa Inggris asal Sumatera Utara ini tetap menerima gaji setiap bulan.

Sebuah sumber di kalangan guru-guru Abdya mengatakan, oknum guru wanita ini disebut-sebut meninggalkan Abdya dengan alasan tugas belajar sejak September 2019. Sejak beberapa bulan sebelumnya, kata sumber, wanita ini juga sudah mulai jarang terlihat di Blangpidie.

Seorang koleganya mengatakan, hingga bulan Maret kemarin, rumah dinas atas nama suami ibu guru tersebut masih atas nama mereka. Tapi, belakangan keluarga ini sudah tidak terlihat lagi di sana. Suaminya, kata sumber ini pula, juga sudah tidak bertugas di Abdya. "Kabarnya sudah dipindahkan ke Papua," sebut wanita ini.

Meski telah lama meninggalkan Abdya dengan alasan tugas belajar, ibu guru tersebut belum juga memperlihatkan izin atau SK tugas belajar ke sekolah tempat dia mengabdi. Pihak sekolah tetap melakukan proses pembayaran gaji yang bersangkutan karena hingga sejauh ini belum ada surat perintah penghentian gaji.

Mantan Kepala SMAN Harapan Persada (Harpa), Marzuki S.Pd, yang dikonfirmasi Kanal73, Selasa (21/7/2020) di Blangpidie membenarkan bahwa ada guru di sekolah itu yang meninggalkan tugas untuk alasan tugas belajar.

Dia juga membenarkan bahwa hingga saat ini guru yang bersangkutan belum mengantongi izin atau SK tugas belajar dari instansi berwenang. “Ketika masih di Harpa, saya sudah meminta dia mengurus izin belajarnya. Tapi, hingga sekarang yang bersangkutan belum memberikan SK tersebut ke sekolah,” kata Marzuki.

Ia sendiri menangkap kejanggalan soal tugas belajar guru dimaksud. Menurut penjelasan Marzuki, wanita ini meninggalkan Abdya dengan alasan kuliah pada masa semester genap. “Tapi, ia juga punya nilai mata kuliah untuk semester ganjil. Saya gak paham, kenapa ini bisa terjadi,” ujarnya.

Sumber lain mengatakan, oknum guru ini melarikan diri dari Abdya karena terlilit utang yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Sebelumnya, ia terlibat bisnis jual beli barang pecah belah merek terkenal dengan banyak orang. Disebut-sebut pelanggannya tidak hanya berasal dari Abdya tapi juga dari luar kabupaten ini seperti Aceh Selatan.

Seorang guru di SMAN Harapan Persada (Harpa) mengatakan, ketika oknum guru tersebut masih aktif datang ke sekolah, setiap hari banyak yang datang menemuinya untuk urusan bisnis. “Setelah ibu itu menghilang masih banyak juga orang datang,” ujar sumber ini.[K73-C11]

Komentar

Loading...