Kasus Penyiraman Air Keras

Novel tidak Yakin Mereka Pelaku Sebenarnya

Novel tidak Yakin Mereka Pelaku Sebenarnya
Tokoh kritis yang datang memberi dukungan untuk Novel Baswedan (foto: dok Ist)

JAKARTA – Selain menuding peradilan atas kasus yang menimpa dirinya sebagai formalitas, penyidik senior KPK Novel Baswedan, juga tidak yakin para terdakwa yang diadili itu merupakan pelaku sebenarnya. Kalau dugaan ini benar, pakar hukum menyebut persidangan ini sebagai peradilan sesat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik Adhar Syaripuddin telah menuntut dua oknum polisi yang melakukan penyiraman air keras ke wajah Novel dengan hukuman 1 tahun penjara. Kedua tersangka, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, dinyatakan melanggar pasal 353 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan subsider.

Baca: Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Hanya Dituntut 1 Tahun

Menurut jaksa, Rahmat Kadir terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel Baswedan, dengan menyiramkan air keras ke bagian wajah. Namun dalam tuntutannya, jaksa menilai kedua terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel Baswedan. Sehingga, jaksa menyatakan dakwaan primer tidak terbukti.

Baca: Ini Rekam Jejak Jaksa yang Tuntut Terdakwa Penyiram Air Keras ke Novel 1 Tahun Penjara

Proses peradailan dengan tuntutan 1 tahun penjara terhadap pelaku kejahatan atas Novel telah mengundang simpati publik. Berbagai kalangan memberi dukungan moril kepada penyidik KPK tersebut, termasuk dari mereka yang dikenal kritis terhadap Pemerintah yang datang menyambangi Novel di kediamannya kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/6/2020).

Beberapa tokoh yang datang bertamu, antara lain, mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, dan Rocky Gerung.

Selain itu, ada juga bekas Jubir Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule, aktivis ProDEM Adamsyah Wahab, dan sejumlah figur lainnya.

Mereka yang hadir ke rumah Novel menyebut diri dengan Kawanan Pencari Keadilan disingkat New KPK. Novel menyatakan rasa haru atas dukungan para tokoh tersebut. "Saya berterima kasih pada semuanya karena dukungan disampaikan oleh banyak pihak kita bisa lihat banyak rakyat Indonesia yang merasakan bagaimana ketika nilai-nilai keadilan diinjak-injak dengan sembrono. Saya kira itu tak bisa dibiarkan," kata Novel seusai pertemuan. 

Pada bagian lain, Refly Harun mengungkapkan kembali pernyataan Novel yang tidak yakin kedua orang terdakwa yang dituntut satu tahun itu merupakan pelaku sebenarnya. "Yakin nggak bahwa yang terdakwa itu pelaku yang sesungguhnya? Novel sendiri mengatakan tidak yakin. Tapi kalau dia bukan pelakunya, ya peradilan sesat namanya," kata Refly.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...