Breaking News

Meski Pemerintah Telah Naikkan Harga, Sawit Rakyat Tetap Dibeli Murah

Meski Pemerintah Telah Naikkan Harga, Sawit Rakyat Tetap Dibeli Murah
Rapat penetapan harga baru TBS (foto: dok Ist)

KANAL73.com, BANDA ACEH – Petani sawit di wilayah barat Aceh belum bisa bernapas lega meski Pemerintah telah menetapkan harga baru TBS. Untuk bulan April, harga sawit dari batang berumur 10-20 tahun berkisar Rp 2.151 per kg. Tapi, pabrik masih membeli Rp 1.560 - Rp 1.600.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkindo) Aceh meminta agar Pemerintah bersama unsur terkait melakukan investigasi ke lapangan, sehingga bisa menemukan titik permasalahan. Jika tidak, petani terus menjadi korban akibat dugaan permain harga tersebut.

20210410-whatsapp-image-2021-04-10-at-12.32.35-1

Humas Apkindo, Fadhli Ali, mengatakan, saat mengikuti rapat penetapan harga TBS, Kamis (8/4/2021), di kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, dia langsung menelpon beberapa pedagang pengumpul. Dari penelusuran tersebut ditemukan fakta bahwa pabrik di Nagan Raya masih membayar TBS dengan harga Rp 1.600 dan Rp 1.560. “Jauh di bawah harga yang ditetapkan Pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Harus Tegas, Cabut Izin Pabrik Sawit Nakal

Yang tidak masuk akal, menurut Fadhli, kenapa di wilayah Nagan Raya dan sekitarnya pabrik membeli TBS dengan harga rendah. Padahal di daerah terdapat banyak pabrik kelapa sawit (PKS), sekitar 12 unit. “Harusnya terjadi persaingan harga yang menguntungkan petani. Ini koq malah harga jadi murah. Ini yang aneh,” ujar Fadhli.

Menurutnya, harga yang dipatok PKS Nagan Raya sedikit saja lebih tinggi dari harga buah pasir. Padahal yang dijual petani adalah buah dari pohon berumur di atas 5 tahun.

Dia mensinyalir ada permainan pihak tertentu dalam tataniaga sawit di kawasan Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya. “Kemungkinan ada yang nakal,” kata Fadhli.

Meski demikian, dia tidak bermaksud gegabah menjatuhkan vonis. Karena itu, katanya, Apkasindo berharap Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan melakukan pemantauan dan investigasi.[]

 Catatan Redaksi: Judul artikel ini telah diubah pada tanggal 22 April 2021 pukul 16.34 WIB

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...