Breaking News

Jadilah Kolomnis Kanal73

Ruang untuk gagasan Anda tentang berbagai hal, seperti permasalahan sosial, politik, ekonomi, pendidikan atau budaya.

Mengembangkan Literasi Islami di Sekolah

Mengembangkan Literasi Islami di Sekolah
Ilustrasi (foto: VoA Islam)

Literasi adalah kegiatan untuk lebih membudayakan gerakan membaca dan menulis. Melalui literasi dapat diperoleh banyak sekali keuntungan bagi seseorang, diantaranya dapat melatih diri untuk lebih terbiasa dalam membaca, memahami isi bacaan, dan mengaktualisasikannya dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri.

Di Indonesia, gerakan literasi dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui sekolah-sekolah. Saat ini sudah banyak sekolah yang mengembangkan kegiatan literasi, sehingga gerakan ini sudah mulai menjadi trendy.

Di samping itu, literasi juga merupakan kemampuan individu seseorang menggunakan segenap potensi dan keterampilan yang ada pada pribadi seseorang dalam mencari, memahami, dan mengolah informasi saat melakukan kegiatan membaca dan menulis. Melalai kegiatan ini seseorang akhirnya mampu mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berbicara.

Menurut Cordon, literasi adalah sumber ilmu yang menyenangkan yang mampu membangun imajinasi untuk menjejalahi dunia dan ilmu pengetahuan. Sedangkan menurut Kern, literasi merupakan kemampuan individual dalam mengembangkan prinsip-prinsip pendidikan.

Kern menyebutkan, dalam literasi terdapat tujuh prinsip pendidikan, yakni literasi melibatkan interprestasi, kolaborasi, konfensi, pengetahuan kultural, pemecahan masalah, rileksi dan refleksi diri, serta penggunaan bahasa.

UNESCO menegaskan bahwa pemahaman orang tentang makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konstek nasional, nilai-nilai budaya, dan pengalaman. Pemahaman umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh dan siapa yang memperolehnya. 

Macam-macam Literasi

Dalam perkembangannya, dewasa ini, dikenal bermacam-macam literasi. Di antara beberapa literasi yang kerap dibicarakan oleh para ahli adalah Literasi Dasar, Literasi Perpustakaan, Literasi Visual, Literasi Media, dan Literasi Teknologi. Literasi Dasar adalah kemampuan untuk membaca, mendengarkan, berbicara, menulis, dan menghitung.

Literasi dasar bertujuan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kemampuan menulis, membaca, mendengarkan, dan menghitung. Literasi Perpustakaan adalah kemampuan lanjutan untuk mengoptimalkan literasi perpustakaan yang ada. Literasi perpustakaan ini terdiri dari kegiatan memberikan pemahaman mengenai cara membedakan antara cerita fiksi dan nonfiksi, memahami penggunaan katalog dan indeks, memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, dan pengetahuan tentang pelaksanaan penelitian.

Selanjutnya Literasi Visual adalah kemampuan untuk memahami segala informasi dan mengembangakannya dengan cara memanfaatkan materi visual. Kemudian Literasi Media merupakan kemampuan untuk mengetahui dan menggunakan berbagai bentuk media yang berbeda seperti media cetak, media elektronik, dan lain-lain.

Terakhir Literasi Teknologi adalah suatu kemampuan untuk memahami kelengkapan perangkat dalam suatu teknologi seperti hardware dan softwere, memahami cara mengakses internet dan mengerti etika yang berlaku dalam penggunaaan teknologi. Secara umum literasi bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi perkerti dan budaya yang baik, meningkatkan ilmu pengetahuan dan pemahaman dalam mengambil dan mengolah informasi yang bermanfaat dari bacaan, mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, dan untuk dapat memberikan penilaian kritis pada karya tulis seseorang.

Sedangkan manfaat literasi antara lain menambah pembendaharaan kosakata, mengoptimalkan kerja otak, menambah wawasan dan informasi baru, mengembangkan kemampuan interpersonal, melatih kemampuan berpikir dan menganalisa, dan meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang.

Literasi Sekolah 

Literasi Sekolah merupakan kegiatan literasi yang dikembangkan di lembaga-lembaga sekolah atau lembaga pendidikan umumnya, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Sebagai suatu kegiatan yang berkembang dan berkelanjutan, literasi ini memiliki prinsipprinsip yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kegiatan literasi di sekolah.

Menurut Beers (2009), Literasi Sekolah menekankan kepada beberapa prinsip, yaitu bersifat baik dan berimbang. Sekolah yang menerapkan prinsip ini akan menyadari bahwa siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda satu sama lain. Oleh karena itu, diperlukan berbagai strategi membaca dan variasi teks.

Program literasi ditujukan kepada seluruh siswa, tidak tergantung kepada kurikulum tertentu. Sehingga dengan demikian membiasakan kegiatan literasi di sekolah adalah kewajiban bagi semua guru dalam semua mata pelajaran. Literasi Sekolah menuntut siswa untuk senantiasa dapat berdiskusi membicarakan informasi tertentu yang berhubungan dengan materi yang dibutuhkan.

Literasi membuka kemungkinan siswa memiliki perbedaan pendapat tentang suatu hal. Namun demikian siswa diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sama dan bersifat positif; mengungkapkan perasaan dan pendapat siswa untuk melatih kemampuan berpikir lebih kritis.

Keberagaman Literasi Sekolah dapat memberikan kemudahan kepada siswa untuk memperoleh informasi atas berbagai masalah dalam berbagai konstek dan tema. Misalnya dengan disediakan buku-buku yang beragam di perpustakaan sekolah baik menyangkut keanekaragaman kebudayaan, etnis dan suku bangsa hingga kepada materi-materi yang menyangkut pembinaan akhlak individu siswa. Hal ini penting untuk mengenalkan siswa kepada kebudayaan bangsa yang sangat beragam.

Selanjutnya siswa diharapkan dapat melestarikan kebudayaan bangsa dan dapat hidup rukun dengan sesama warga negara kelak kemudian hari. Kebebasan informasi saat ini sudah sangat luar biasa pesat perkembangnya. Banyak informasi yang semestinya tidak layak dikonsumsi oleh siswa dapat dengan mudah diakses baik melalui internet maupun melalui media-media sosial lainnya.

Disadari atau tidak, informasi- informasi itu akan berdampak dan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan siswa baik bersifat positif maupun negatif. Untuk menghadapi berbagai tantangan informasi yang tanpa batas di zaman global ini yang jelas-jelas berdampak kepada siswa, maka diperlukan suatu kegiatan literasi khusus di sekolah, diantaranya Literasi Islami. Literasi Islami adalah suatu proses berlangsungnya aktivitas literasi sesuai dengan kaidah-kaidah ajaran Islam.

Adapun beberapa aktivitas Litarasi Islami yang dapat dilakukan di sekolah antara lain kegiatan membaca, kegiatan menulis, dan kegiatan menonton. Dalam kegiatan membaca selalu memilih bahan-bahan atau buku-buku bacaan yang baik. Artinya bahan-bahan bacaan atau buku-buku bacaan yang tersedia di sekolah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, sara, dan lain-lain yang bersifat negatif. Sedangakan untuk kegiatan menulis, tidak menulis hal-hal yang tidak bermanfaat baik pada saat proses belajar-mengajar berlangsung maupun di luar proses itu.

Tulisan-tulisan yang dihasilkan selalu bernas, bermutu, dan dapat dijadikan sebagai pedoman, pengalaman, maupun hiburan yang bermanfaat bagi orang lain. Demikian juga kegiatan menonton, selalu memanfaatkan mata pada hal-hal yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Misalnya pada saat memanfaatkan salah satu media sosial, selalu dapat mengontrol diri untuk tidak mengakses situs-situs yang dapat menjerumuskan diri kepada perbuatan dosa. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya proses transpormasi ilmu pengetahuan.

Sekolah mempunyai peranan penting dalam mengembangkan literasi yang berwawasan Islami. Oleh karena itu, setiap individu yang terlibat di lembaga sekolah diharapkan dapat senantiasa berupaya untuk menumbuhkembangkan literasi yang berwawasan islami ini. Salah satu jalan untuk mewujudkan maksud itu adalah dengan mendirikan sanggar-sanggar literasi di sekolah-sekolah, di Aceh khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Kita berharap sanggar literasi sekolah yang berwawasan islami ini menjadi salah satu jalan untuk melahirkan generasi-generasi emas bangsa menjelang satu abad Indonesia merdeka. Semoga.

* Drs. Bussairi Ende, Kepala SMP Negeri 4 Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan. E-mail: bussairidrs@gmaiil.com

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi!
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...