Breaking News

Mahaiswa Demo Tuntut DPRA Cabut Mandat Wali Nanggroe

Mahaiswa Demo Tuntut DPRA Cabut Mandat Wali Nanggroe
Aksi mahasiswa tolak Mahmud Mahmud sebagai Wali Nanggroe di Simpang Lima Banda Aceh, Senin (28/1/2019). Foto: dok Ist

BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh (Gempa) melancarkan aksi unjuk rasa di Banda Aceh, Senin (28/1/2019) pagi. Mereka menuntut DPRA mencabut mandat Wali Naggroe Aceh dari Malik Magmud Alhaytar.

Aksi pertama dilancarkan di bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Setelah berorasi di sini, sekitar pukul 11.30, para mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen lintas organisasi kampus tersebut bergerak menuju gedung DPRA yang terletak di Jalan Teungku Daud Beureueh, tidak begitu jauh dari Simpang Lima.

Sesampai di halaman depan gedung DPRA, rombongan pendemo tidak bisa memasuki pekarangan gedung karena pintu pagar dalam keadaan terkunci. Tapi, entah bagaimana caranya, para mahasiswa ini akhirnya bisa menerobos masuk.

Mereka selanjutnya menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara, menuntut anggota DPRA keluar menemui mereka. Karena tidak ada anggota dewan yang datang, mereka akhirnya membakar ban bekas. Asap hitam mengepul ke udara akibat pembakaran tersebut.

Di sini, para mahasiswa kembali menyuarakan tuntutan agar DPRA mencabut mandat wali nanggroe dari Malik Mahmud. Ada empath al yang menjadi tuntutan mahasiswa, yaitu:

1.    Agar DPRA mengadakan sidang paripurna untuk mencabut mandat Wali Nanggroe dari Malik Mahmud;

2.    Mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar mengaudit anggaran yang dialokasikan kepada Lembaga Wali Nanggroe;

3.    Meminta agar dilakukannya penguatan terhadap harkat dan martabat Lembaga Wali Nanggroe diperkuat;

4.    Mendesak Waliyul Hadi untuk membentuk Komisi Pemilihan Wali Nanggroe secara transparan.

Setelah sekian lama berorasi, tidak satu pun anggota DPRA keluar menemui mereka. Koordinator aksi, Husnul Jamil, mengatakan, mereka tidak akan melakukan tindakan anarkis selama melakukan aksi. "Tapi, jika anggota dewan tidak juga menemui kami hingga besok, maka saya orang pertama yang akan mendobrak pintu gedung ini," katanya sambil berteriak.[*]

Komentar

Loading...