Breaking News

Lockdown Turki, Polisi Datangi dan Layani Lansia ke Rumah-rumah

Lockdown Turki, Polisi Datangi dan Layani Lansia ke Rumah-rumah
Ilustrasi (foto: repro)

ISTANBUL – Setelah kebijakan lockdown diberlakukan di Turki, petugas keamanan di sana bekerja ekstra melayani warga. Polisi mendatangi warga lanjut usia (lansia) dan membantu membelanjakan kebutuhan mereka ke supermarket dan keperluan domestik lainnya.

Wartawati Kanal73,  JM Vivi Violina, yang bermukim di Istanbul menceritakan, polisi datang ke rumah-rumah yang dihuni lansia. Mereka lalu menanyakan kebutuhan yang mau dibelanjakan di market, lalu membuat list sebelum berangkat ke took-toko barang kebutuhan rumah tangga. “Di-list. Terus mereka yang belanja ke market agar lansia ga keluar rumah. Karna yang rentan sakit itu lansia,” tulis Vivi melalui pesan WhatsApp.

Media di Turki melaporkan, wabah virus Corona semakin menyebar luas di sana. Worldometer melansir, hingga Selasa (24/3/2020) pukul 15.15 WIB, terdapat sebanyak 382.567 kasus Corona virus. Dari jumlah itu, 1.529 di antaranya merupakan kasus di Turki.

Melansir Bloomberg, Turki mulai melakukan lockdown sejak Sabtu (21/3/2020) tengah malam waktu setempat. Lockdown berlaku untuk warga di atas usia 65 tahun dan bagi mereka yang menderita penyakit kronis.

Melalui akun Twitternya @drfahrettinkoca, Menteri Kesehatan Turki, memberi informasi terkini mengenai jumlah diagnosis yang baru dibuat dalam 24 jam terakhir.

Ia pun menghimbau para pemuda agar tidak keluar dari rumah untuk mengurangi paparan virus corona. "Jangan memasuki lingkungan yang berisiko. Jangan bawa risiko ke rumah Anda. Tetap di rumah. Hiduplah di rumah," tulisnya.

Dilansir dari Tribunmanado.co.id, pemerintah Turki mengeluarkan paket stimulus ekonomi sejumlah 100 miliar lira Turki atau sekitar US$ 15,4 miliar.

Tentu nilai paket ekonomi setara Rp 250 triliun tersebut untuk menanggulangi dampak ekonomi dari virus corona (Covid-19).

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan hal tersebut pada Kamis (19/3/2020).

Stimulus tersebut mencakup penundaan pembayaran utang dan pemotongan pajak di berbagai sektor, usai pertemuan untuk membahas langkah-langkah mengatasi pandemi di Istana Cankaya di Ankara.

Dia menambahkan bahwa pajak akomodasi juga tidak akan diberlakukan hingga November 2020.

Selain itu, premi jaminan sosial dan pengurangan PPN di berbagai sektor, termasuk ritel, mall, baja dan besi, otomotif, logistik, dan tekstil, telah ditangguhkan selama enam bulan.

Untuk mempertahankan tingkat pemanfaatan kapasitas, pemerintah menambah dukungan keuangan untuk saham bagi para eksportir.

Dilansir Gridhot dari akun Twitter @RanaReh18086299, orang-orang mulai meninggalkan paket-paket makanan di jalan. Paket makanan itu mereka peruntukkan bagi orang miskin dan yang membutuhkan ataupun bagi yang tidak mendapatkan makanan karena lockdown.

Dalam unggahan video berdurasi 22 detik itu, tampak berbagai macam bahan makanan dikelompokkan menjadi satu per paket. Terlihat banyak paket makanan telah menunggu untuk diambil.

"Di Turki, orang-orang sudah mulai meninggalkan paket makanan di jalan untuk orang miskin dan yang membutuhkan yang tidak bisa mendapatkan makanan karena lockdown Covid-19. Cintamu (warga Turki) mewakili kami," tulis akun @RanaReh18086299 dalam bahasa Inggris.[]

Komentar

Loading...