Breaking News

Launching Produk Siswa, Bupati: Lulusan SMK bukan Buruh, tapi Pencipta Lapangan Kerja

Launching Produk Siswa, Bupati: Lulusan SMK bukan Buruh, tapi Pencipta Lapangan Kerja
Bupati Aceh Tengah, Shabela, ketika meresmikan “Launching Technopark” produksi siswa SMK 2 Takengon, Kamis (10/1/2019). Foto: kiriman Abdul Hamid

TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Shabela, meresmikan berbagai produk hasil olahan siswa SMK daerah itu di Takengon, Kamis (10/1/2019). Dia mengingatkan SMK agar menyiapkan lulusan yang terampil, sebagai pencipta lapangan kerja bukan menjadi buruh.

Pada acara yang diberi label “Launching Technopark” produksi siswa SMK 2 Takengon, Bupati Aceh Tengah mengatakan bahwa SMK bertugas menyiapkan lulusan siap pakai. “Harus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan menciptakan lapangan kerja. SMK bukan mencetak tenaga buruh untuk bekerja pada orang lain, tetapi harus mencetak tenaga yang bisa melahirkan produk,” ujar Shabela.

Menurut Bupati, ia melihat perkembangan SMKN 2 Takengon sudah menuju ke arah yang sesuai dengan harapan masyarakat. Sekolah itu sudah memiliki produk dengan standar kualitas yang baik. “Produknya sudah baik, cuma belum dipasarkan secara luas,” ujarnya.

Bupati Shabela meminta kepala SMKN 2 Takengon mencari terobosan agar produk olahan sekolah bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat. Misalnya, dengan cara memasarkannya di gerai-gerai swalayan yang di Takengon.

Kepala SMKN 2 Takengon, Hajaratusalam M.Pd, menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya itu memiliki lahan seluas 26 hektar. Lahan seluas itu, katanya, belum sepenuhnya tergarap dengan baik. Mereka menghadapi kendala d mesin pengolah lahan. Di samping itu, juga belum memiliki pagar keliling. Dua kendala itu menyebabkan sekolah belum mampu memfungsikan lingkungan sekolah untuk lebih produktif.

20190111-smk-takendon-2

Meski demikian, katanya, sekolah sudah menanam serei dan sudah diolah oleh siswa menjadi minyak serei. Dia juga menggerakkan siswa menanam jahe putih yang diolah menjadi serbuk jahe siap seduh. Ada tanaman kopi, kentang, dan singkong. “Semua sudah diolah siswa dalam berbagai produk makanan olahan,” katanya.

Apa yang dilaksanakan oleh SMKN 2 Takengon merupakan implementasi konsep technopark yang sedang dikembangkan untuk pendidikan vokasi di Tanah Air. Penerapan konsep ini sendiri, secara ideal membutuhkan pelibatan kalangan dunia usaha dan industri yang dikenal dengan istilah link and match. Bahkan, dalam konsep tersebut pola pendidikan siswa SMK dilaksanakan secara proporsional antara belajar di kelas dengan praktik lapangan di dunia industri. Sehingga, dengan pola tersebut alumni SMK benar-benar memiliki skill sesuai bidang yang ditekuni.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh untuk wilayah Aceh Tengah, Abdul Hamid S.Pd, M.Pd, yang hadir pada acara itu ikut menyaksikan produk siswa SMK. Kepada bupati, ia menyampaikan harapan agar membantu mempromosikan produk olahan karya anak SMK tersebut.[rel]

Komentar

Loading...