Kontroversi: Di Tengah Larangan Mudik, WN China Malah Diizinkan Masuk Indonesia

Kontroversi: Di Tengah Larangan Mudik, WN China Malah Diizinkan Masuk Indonesia
Warga China yang masuk ke Indonesia saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (foto: Ist)

KANAL73.com, JAKARTA – Segerombolan warga negara asing (WNA) asal China masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Selasa (4/5/2021). Kedatangan warga asing ini menjadi kontroversi di tengah larangan mudik di Tanah Air.

Masuknya WNA China tersebut mengundang pertanyaan publik. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, menilai kebijakan yang mengizinkan orang asing masuk sebagai tindakan kurang peka.

Menurut Netty, masyarakat pasti mempertanyakan kenapa WN China dibiarkan masuk ke Indonesia, padahal masyarakat dilarang mudik dan dilakukan banyak penyekatan. “Jangan sampai publik menilai Pemerintah inkonsisten dalam kebijakan pengendalian Covid-19," ujar Netty kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Kebenaran informasi masuknya 85 WNA China dan tiga WNI melalui Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang diketahui oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia. Netty meminta Pemerintah agar menjelaskan tujuan datangnya WN China tersebut.

"Agar isu ini tidak menjadi bola liar, Pemerintah harus gamblang menjelaskan ke publik alasan dan tujuan mereka masuk Indonesia. Masyarakat sedang sensitif dan resah karena pelarangan mudik lebaran yang merupakan tradisi tahunan, apalagi tahun sebelumnya juga sudah terjadi pelarangan mudik," ujarnya.

Menururnya, Pemerintah seharusnya peka.“Masyarakat dilarang mudik, tapi WN China bisa masuk ke Indonesia. Bagaimana masyarakat bisa menerima fakta ketidakadilan ini," sergahnya.

Netty juga mengingatkan Pemerintah tentang bahaya lonjakan kasus Covid-19 yang masih mengintai, apalagi varian baru Covid-19 juga sudah terkonfirmasi ada di Indonesia.

Oleh karena itu, dia meminta Pemerintah melakukan pengetatan proses masuknya WNA ke Indonesia.

Dia mengingatkan, jika tidak ingin menuai badai, Pemerintah harus waspada. Prokes terhadap WNA yang masuk ke Indonesia harus dilakukan dengan sangat ketat. “Jangan ada lagi kejadian seperti mafia karantina dan mafia alat rapid test bekas yang membuat kita malu di mata internasional. Orang luar bisa saja berpikir kalau ada uang, semua peraturan di Indonesia bisa dikompromikan," ujar Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR RI ini.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...