Breaking News

Komunitas U.S Goes to Children-Pesawat Kertas Aceh Ngajar Anak-Anak Desa Lampermai

Komunitas U.S Goes to Children-Pesawat Kertas Aceh Ngajar Anak-Anak Desa Lampermai

Komunitas University Student Goes to Children (U.S Goes to Children) bekerja sama dengan Komunitas Pesawat Kertas mengadakan kegiatan mengajar Bahasa Inggris dan komputer gratis untuk anak-anak Desa Lampermai, Aceh Besar. Kegiatan itu telah dimulai pada  26 Oktober 2019 dan berlangsung setiap hari Sabtu pukul 16:30 s/d 18:00 WIB.

Komunitas anak muda kampus itu berlangsung di Sekretariat Pesawat Kertas Aceh, Desa Lampermai. Kedua perkumpulan itu mempekerjakan 21 volunteer untuk menyukseskan kegiatan.

Program mengajar U.S Goes to Children ini memiliki ciri khas tersendiri. Mereka menerapkan pendekatan Face to Face dalam mengajarkan Bahasa Inggris. Setelah sesi bermain game dan sesi pengajaran oleh tutor utama, masing-masing anak mendapatkan satu volunteer/guru untuk mengajari mereka tentang materi lebih dalam lalu mempraktekkannya. Untuk menerapkan metode ini, seorang anak dibimbing oleh seoang guru.

Komunitas U.S Goes to Children merupakan peraih Juara 1 Nasional bidang pendidikan pada ajang Indonesian Culture and Nationalism Conference (ICN) yang diadakan di Jakarta pada April 2017 lalu. Komunitas yang telah didirikan sejak 2015 ini berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris dan komputer gratis.

Yang menjadi peserta pelatihan adalah anak-anak desa dari kalangan dhuafa, anak-anak yatim/piatu, anak-anak pemulung, anak-anak panti asuhan, anak jalanan, hingga anak-anak yang pernah terkena kekerasan seksual.

Pendiri sekaligus Ketua Umum U.S Goes to Children Riki Muhamanda mengatakan, hingga saat ini, U.S Goes to Children telah melakukan berbagai kerja sama baik dengan desa, komunitas, TPA, Yayasan Sosial, dan lain-lain dalam mengadakan program mengajar mingguan selama satu semester ataupun satu tahun penuh.

Setelah selesai di desa yang satu, mereka berpindah ke lokasi yang lain. Sejumlah desa yang pernah menjadi lokasi program ini adalah Desa Tungkop, Kuta Alam, Tanjung Selamat, TPA di Desa Lamgugop, Lampineung, Darussalam, Panti Asuhan Nirmala, Taman Edukasi Anak Pemulung Gampong Jawa, Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (Yakesma) Kajhu, dan beberapa lainnya hingga ke desa yang ada di Padang, Sumatera Barat.

Total hingga saat ini, lembaga tersebut telah melakukan sebanyak 217 pertemuan untuk 462 anak. Mereka melibatkan 284 volunteer yang melaksanakan tugas secara bergantian setiap berakhirnya satu semester.

Riki menjelaskan, mulai hari ini hingga satu tahun ke depan pihaknya akan fokus mengajar mingguan di Desa Lampermai. “Kita mengajar dua kali seminggu selama satu tahun penuh ini. Namun bisa jadi kita tambah desa lagi. Sekarang, sedang kami kaji tentang penambahan ini,” ujar pemuda ini.

Fahry Purnama, pendiri komunitas Pesawat Kertas mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama ini. “Anak-anak SD di desa kami tidak diajarkan Bahasa Inggris di sekolahnya. Oleh karena itu, kami mengajukan kolaborasi dengan U.S Goes to Children untuk mengajar Bahasa Inggris sekaligus komputer kepada anak-anak di desa kami,” ujarnya.

Ia menyatakan sangat bersyukur. “Selain memfasilitasi tempat mengajar, di sini Pesawat Kertas juga menyediakan snack untuk setiap pertemuan,” katanya.

Dari:Riki Muhamanda, Mahasiswa FKIP Bahasa Inggris Unsyiah
Ingin berbagi informasi? Ayo gabung sekarang, klik di sini. Gratis!

Komentar

Loading...