Breaking News

Kemenristek Akan Dilebur ke Dalam Kemdikbud

Kemenristek Akan Dilebur ke Dalam Kemdikbud
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (foto: repro)

KANAL73.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menghilangkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Tugas lembaga ini akan dilebur ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dalam sejarahnya, Kemenristek didirikan pada tahun 1962 oleh Soekarno. Waktu itu nomenklaturnya bernama Kementerian Urusan Riset Nasional dipimpin Soedjono Djoened Poesponegoro.

Pada periode pertama kepemimpinan Presiden Soeharto, kementerian ini sempat dihapus. Baru pada Kabinet Pembangunan II, Soeharto melahirkan kembali kementerian tersebut dengan nama Menteri Negara Riset.

Berdasarkan Keppres nomor 9 tahun 1973, Menteri Negara Riset dijabat oleh Soemitro Djojohadikusumo yang merupakan orangtua Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan sekarang.

Pada Kabinet Pembangunan III (1978-1983), Soeharto mengubah lagi nomenklatur kementerian ini menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek). Jabatan menteri diberikan kepada Bacharuddin Jusuf (B.J) Habibie.

Kemudian, pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988), Habibie menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi merangkap Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Nomenklatur itu bertahan sampai 21 Mei 1998. Posisi Habibie digantikan oleh Rahardi Ramelan pada 16 Maret 1998.

Ketika B.J Habibie jadi presiden (23 Mei 1998-20 Oktober 1999), nomenklatur Kementerian Riset dan Teknologi/Kepala BPPT masih bertahan. Menterinya bernama Zuhal.

Di era Presiden Abdurrahman Wahid (Oktober 1999-Juli 2001), nomenklatur Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BPPT diubah, menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara perihal Penamaan Instansi Pemerintah, kantor Menteri Negara disebut dengan Kementerian Riset dan Teknologi.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005, nomenklaturnya sempat berubah menjadi Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT). Kemudian,pada 2009 berubah lagi menjadi Kementerian Riset dan Teknologi sesuai Peraturan Presiden 47/2009 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada periode pertama Presiden Jokowi (2014), nomenklatur Kementerian Riset dan Teknologi kembali berubah menjadi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Perubahan ini merupakan konsekuensi dari penggabungan urusan pendidikan tinggi ke kementerian ini yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada 2019, Jokowi kembali mengotak-atik lembaga yang mengurusi pendidikan ini. Dia meleburkan kembali pendidikan tinggi ke Kemendikbud di Kabinet Indonesia Maju. Kemenristek kemudian digabungkan dengan BRIN, menjadi Kemenristek/BRIN yang dipimpin oleh Bambang Brodjonegoro sebagai Menristek/Kepala BRIN.

Sekarang, Jokowi akan meleburkan Kemenristek ke Kemendikbud. Sementara itu, BRIN dikabarkan akan berdiri sebagai satu lembaga sendiri.[]

Sumber: detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...