Breaking News

Kecanduan Game Online, 3 Pelajar di Takengon Bobol Sekolah

Kecanduan Game Online, 3 Pelajar di Takengon Bobol Sekolah
Ilustrasi (foto: cstrikewepz)

TAKENGON – Kecanduan game online sudah merasuki pelajar hingga ke desa-desa. Dampak negatif yang timbul, selain tidak disiplin dalam soal waktu, para pelajar pun rentan terjerumus ke dalam tindak kriminal seperti yang terjadi di Takengon, Aceh Tengah.

Dari Takengon dilaporkan, tiga pelajar di Kota Dingin tersebut ketagihan game online di warnet. Karena ketiadaan uang, mereka lalu membobol pintu ruang dewan guru SMKN 2 Takengon dan menggondol uang Rp Rp 3 juta dari laci dewan guru.

Mengutip keterangan Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Agus Riwanto Diputra, kepada detikcom, Rabu (20/2/2019), aksi pencurian itu dilakukan pada Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 23.56 WIB. Ketiga pelaku yang masih berusia 15 tahun dan 16 tahun itu masuk ke ruang dewan guru dengan merusak pintu menggunakan obeng.

Menurut keterangan Iptu Agus, tiga pelajar ini nekat membobol sekolah karena kecanduan game online. Aksi ketiganya terekam kamera CCTV. "Mereka membobol sekolah dan mengambil uang Rp 3 juta di dalam laci lalu menghabiskan uang itu ke warnet," kata Iptu Agus.

Selain mengambil uang di laci, kata Kasat Reskrim, anak-anak ini juga merusak kamera CCTV. Meski demikian, aksi mereka sempat terekam kamera pengintai tersebut. Sehari berselang, petugas kebersihan melaporkan aksi pencurian ke pihak sekolah.

Petugas kebersihan mengaku melihat pintu sekolah dalam keadaan rusak dan terbuka. "Setelah dicek oleh pihak sekolah, uang dalam dompet yang ditaruh di laci sudah hilang. CCTV di ruangan tersebut juga hilang," jelas Agus.

Aksi pencurian itu kemudian dilapor ke Polsek Pegasing. Polisi turun tangan melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Ketiga pelaku akhirnya ditangkap di lokasi terpisah Selasa (19/2) kemarin sekitar pukul 18.30 WIB. "Kami akan melakukan koordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan) untuk memproses mereka," ujarnya.[*]

Komentar

Loading...