Kasus Beasiswa, Anggota DPRA Mulai Penuhi Panggilan Polda

Kasus Beasiswa, Anggota DPRA Mulai Penuhi Panggilan Polda
Kombes Pol Winardy (foto: repro)

KANAL73.com, BANDA ACEH – Satu-satu anggota DPRA yang diduga terlibat kasus penyaluran beasiswa mulai mendatangi Polda Aceh, hari ini, Selasa (4/5/2021). Mereka memenuhi panggilan penyidik kepolisian karena disebut-sebut ikut menikmati anggaran beasiswa yang bersumber dari APBA tahun 2017.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan kepada wartawan, Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan pemanggilan terhadap anggota DPRA aktif setelah turunnya surat izin dari Presiden. "Dari enam orang yang dipanggil, baru dua orang yang memenuhi panggilan penyidik," terang Winardy, Selasa (4/5/2021).

Dijelaskan, yang sudah datang memenuhi panggilan penyidik adalah AA dari PAN dan ZF dari Partai Aceh. Empat anggota DPRA aktif lainnya belum diperoleh keterangan, yaitu AM (Gerindra), HY (PKPI), IUA (PA), dan YH (PA).

Program beasiswa Pemerintah Aceh itu berada pada SKPA BKPP yang sekarang berganti nama menjadi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh. Pada tahun 2017 diplot anggaran sebesar Rp 22,3 miliar. Dana sebesar itu diperuntukkan membantu biaya pendidikan putra-putri Aceh yang sedang studi di dalam dan luar Aceh, bahkan luar negeri.

Informasi yang beredar menyebutkan, sejumlah anggota dewan menggunakan pos anggaran beasiswa tersebut untuk penempatan dana aspirasi mereka. Sebagaimana modus penempatan anggaran aspirasi pada berbagai pos lainnya, diduga, setelah program terlaksana dan anggarannya cair, oknum anggota dewan meminta "jatah fee" dari anggaran yang telah cair tersebut.

Taktik ini terendus oleh pihak terkait. Dalam pemeriksaannya, BPKP Perwakilan Aceh menemukan adanya indikasi korupsi pada penyaluran bantuan pendidikan tersebut. Menurut hasil pemeriksaan BPKP, penyaluran beasiswa Aceh tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Pergub nomor 58 tahun 2017. Ada indikasi uang mengalir ke anggota dewan.

Kabid Humas Polda Aceh menerangkan, kasus beasiswa Aceh baru sampai tahap penyidikan. Hingga sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik, katanya, masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti.

Kata Winardy, ada 16 mantan anggota DPRA periode 2014-2019 telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus ini. Selain itu, 483 mahasiswa penerima bantuan juga telah diperiksa.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...