Breaking News

Ini Rekam Jejak Jaksa yang Tuntut Terdakwa Penyiram Air Keras ke Novel 1 Tahun Penjara

Ini Rekam Jejak Jaksa yang Tuntut Terdakwa Penyiram Air Keras ke Novel 1 Tahun Penjara
Jaksa Fedrik Adhar Syaripuddin (foto: repro)

KASUS penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK, Novel Baswedan, telah mengundang simpati publik. Makanya tidak heran, ketika pelaku penyiraman hanya dituntut 1 tahun penjara, masyarakat pun penasaran, ingin tahu track record jaksa tersebut.

Seperti ramai diberitakan, Jaksa Fedrik Adhar Syaripuddin telah membacakan tuntutan terhadap Novel pada persidangan PN Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020). Dia menyebut kedua terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel.

Sejak pemberitaan ini meluas, publik mulai menyatakan sikap protes di media sosial. Mereka mengecam peranan Jaksa Fedrik, bahkan mulai mencari-cari rekam jejak masa lalu sang jaksa.

Baca: Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Hanya Dituntut 1 Tahun

"Kalau kamu searching nama Jaksa Penuntut Umum (Roberto Fredrik Adhar Syaripuddin) yang bilang penyiraman ini #GakSengaja kamu bakal tahu kalau dia dari 2016 emang udah jadi JPU bermasalah," kata akun Twitter @zombot95.

"Saking penasarannya gue dengan alasan GAK SENGAJA ini, jadi gue cari track record JPU Fredik Adhar yang ngurusin persidangan kasus #NOVELBASWEDAN. Yah seperti perkiraan gue, orang ini emang sakit aja," tulis @bulls_rian.

Ternyata, selain berhasil menuntut hukuman satu tahun penjara bagi pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, pada masa lalu, ia memiliki rekam jejak yang bermasalah.

Salah satunya pada tahun 2016. Saat itu, melalui akun Facebook-nya, Jaksa Fredrik menyebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanyalah pencitraan.

Pernyataan Fedrik tersebut terkait OTT KPK terhadap Bupati Subang Ojang Suhandi.

Jaksa Fedrik Adhar kemudian mengajak warganet untuk melawan lembaga antirasuah itu. Iapun mencibir kinerja KPK.

"Ke mana Century, BLBI, hambalang e ktp, yang ratusan triliun, ngapain OTT kecil-kecil. Kalo jendral bilang lawan, kita suarakan lebih keras perlawanan dan rapatkan barisan," tulis Fedrik dalam status Facebook-nya yang diunggah pada tanggal 14 April 2016.

Belakangan diketahui bahwa status tersebut sudah lenyap dari beranda akun Facebook-nya.

Selain mencibir kinerja KPK, Fedrik Adhar juga beberapa kali sempat mengunggah kasus penistaan agama yang pada tahun 2016 menimpa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia mengunggah ulang status Ustaz Arifin Ilham yang bertagar #belaquran.

Pada hari yang sama, yakni 3 Desember 2016, Fedrik juga menyebarkan tautan dari situs portalpiyungan.co terkait Aksi Bela Islam III yang berjudul "Doa Dahsyat Ust. Arifin Ilham Minta Diturunkan Hujan Sebagai Tanda Dijabahnya Doa Peserta 212… Dan Hujan pun Turun".

Padahal, Fedrik kala itu adalah 1 dari 13 orang jadi jaksa penuntut umum kasus penistaan agama yang menjerat Ahok.[]

Komentar

Loading...