ICW: Dengan Memecat Penyidik dan Pegawai Berkualitas, Firli Bahuri Cs Berhasil Obrak-abrik KPK

ICW: Dengan Memecat Penyidik dan Pegawai Berkualitas, Firli Bahuri Cs Berhasil Obrak-abrik KPK

KANAL73.com – Pimpinan KPK Firli Bahuri dan kelompoknya berhasil menjalankan misinya mengobrak-abrik lembaga tersebut. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut pemecatan 75 pegawai KPK merupakan bagian dari agenda tersebut.

Menurut ICW, ke-75 pegawai KPK yang disingkirkan itu, termasuk Novel Baswedan, merupakan SDM yang berintegritas dengan rekam jejak yang dipuji masyarakat.

Anehnya, kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhan, para pegawai yang berkinerja baik itu disingkirkan hanya gara-gara tidak lulus dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dianggap publik memiliki sejumlah kejanggalan.

"Setelah mengobrak-abrik KPK dengan berbagai kebijakan kontroversi, akhirnya misi utama Pimpinan KPK berhasil, yakni menyingkirkan puluhan pegawai KPK yang selama ini dikenal berintegritas dan memiliki rekam jejak panjang selama bekerja di institusi antirasuah itu," kata Kurnia, Selasa (11/5/2021).

Kurnia yakin motif di balik pemberhentian itu juga menyasar pada upaya pimpinan KPK untuk menghambat penanganan perkara besar yang sedang diusut oleh para pegawai KPK. "Ini mulai dari korupsi bansos, suap benih lobster, KTP-Elektronik, Nurhadi, danlain -lain," ujar Kurnia.

Apa yang dilakukan pimpinan KPK era Firli Bahuri dianggap jelas melanggar hukum. Ini, karena, puluhan pegawai disingkirkan karena dianggap tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). "Padahal TWK sendiri sama sekali tidak diatur dalam UU 19/2019, PP 41/2020, dan bertolak belakang dengan perintah putusan Mahkamah Konstitusi," terang Kurnia.

Penyidik senior KPK dan puluhan pegawai lembaga tersebut diberhentikan sesuai Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021. Surat ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri tanggal 7 Mei 2021.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...