Breaking News

Servernya di China

Hati-hati, Aplikasi ZOOM Punya Kelemahan

Hati-hati, Aplikasi ZOOM Punya Kelemahan
Ilustrasi suasana teleconference terkait pembahasan wabah virus Corona di sebuah daerah (foto: repro)

KANADA – Pengguna aplikasi video conference ZOOM untuk meeting online diingatkan agar hati-hati. Aplikasi ini tidak dirancang untuk melindungi pembicaraan penting. Zoom juga memakai penyandian atau enkripsi yang tidak standar, sehingga punya kelemahan.

Karena kelemahan yang dimiliki aplikasi ini, sebuah lembaga pengawas internet Citizen Lab yang berbasis di Kanada, menyarankan agar konsumen pikir-pikir sebelum menggunakan Zoom.

"Zoom membuat kesalahan klasik dalam mendesain dan mengimplementasikan skema enkripsi mereka sendiri ketimbang memakai standar eksisting buat menyandi konten foto dan video," kata Bill Marczak, periset di Citizen Lab.

Peringatan itu mereka sampaikan khususnya jika user membicarakan sesuatu yang sensitif. Sebab, sistem keamanan Zoom menurut mereka tidak dirancang untuk melindungi pembicaraan penting. Zoom memakai penyandian atau enkripsi yang tidak standar sehingga punya kelemahan.

Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini semakin banyak orang atau lembaga yang menguliti aplikasi Zoom di tengah merebaknya wabah virus corona. Selain gratis, penggunaan Zoom juga simpel.

Meski demikian, lembaga pengawas mengingatkan soal sistem keamanan data jika menggunakan aplikasi ini.  "Memang penyandian Zoom lebih baik daripada tak ada sama sekali, tapi pengguna yang mengharapkan meeting Zoom mereka akan aman dari penyadapan harus berpikir dua kali sebelum memakai aplikasi ini untuk mendiskusikan informasi sensitif," tegasnya.

Dilansir dari detikcom, peringatan itu disampaikan saat penggunaan Zoom marak bukan hanya di kalangan biasa, tapi juga pemerintahan. Politisi termasuk Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengandalkan Zoom buat meeting di saat dia diisolasi karena kena corona.

Peneliti Citizen Lab juga mencemaskan beberapa kunci penyandian Zoom didistribusikan melalui server di China, meskipun semua partisipan dalam meeting berada di luar China.

"Perusahaan yang secara khusus melayani klien di Amerika Utara dan mendistribusikan kunci enkripsi lewat server di China sangat mencemaskan karena Zoom mungkin wajib mengungkap kunci itu ke otoritas di China," cetus Citizen Lab.

Pihak Zoom sendiri mencoba makin serius menangani masalah yang menerpa aplikasinya. Pendiri dan sang CEO, Eric Yuan, telah menyatakan tidak akan ada penambahan fitur baru di Zoom selama 90 hari untuk memperbaiki isu-isu privasi dan keamanan.[]

Komentar

Loading...