Covid-19

China Sudah Ajukan Hak Paten Vaksin sebelum Status Pandemi Ditetapkan WHO

China Sudah Ajukan Hak Paten Vaksin sebelum Status Pandemi Ditetapkan WHO
Ilustrasi (foto: repro)

KANAL73.com – Dugaan berbagai pihak yang menyebut pandemi Covid-19 sebagai konspirasi global semakin mendekati kebenaran. Ternyata, ilmuwan militer asal China telah mengajukan hak paten vaksin Covid-19 sebelum WHO menetapkan status pandemi.

Ilmuwan bernama Yusen Zhou tersebut akhirnya mengalami nasib tragis. Dia ditemukan tewas secara misterius beberapa minggu setelah peristiwa pengajuan hak paten tersebut. Ia yang bekerja untuk Tentara Pembebasan Rakyat mengajukan dokumen hak paten atas nama partai politik China pada 24 Februari 2020 lalu. 

Kasus pertama Covid-19 untuk pertama sekali dilaporkan terjadi di Wuhan pada Desember 2019. Hingga hingga 11 Maret 2020, WHO belum menyatakan wabah tersebut sebagai pandemi hingga 11 Maret 2020.

Artinya, hak paten vaksin itu diajukan tidak lama setelah China mengakui adanya penularan Covid-19 antarmanusia. Itu terjadi dua minggu sebelum pandemi diumumkan secara resmi.

20210608-wuhan-tanpa-masker

Masyarakat Wuhan China yang dituding sebagai wilayah asal virus Corona bebas berpesta tanpa protokol kesehatan. (foto: Kompas)

Baca juga: Trump Yakin Corona Berasal dari Kebocoran Lab di Wuhan China

Baca juga: WHO Sesalkan Sikap China yang Persulit Penyidikan Corona

Baca juga: Aliansi Dokter Dunia Sebut Covid-19 Rekayasa

"Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya, menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan (vaksin) ini mungkin telah dimulai jauh lebih awal," kata Profesor Nikolai Petrovsky dari Universitas Flinders dikutip dari The Sun, Selasa (8/6/2021).

Zhou, diketahui, berhubungan erat dengan para ilmuwan di Wuhan Institute Virology (WIV), termasuk Shi Zhengli yang dijuluki sebagai 'wanita kelelawar'. Namun, naasnya Zhou meninggal secara misterius pada Mei 2020, kurang 3 bulan setelah dia mengajukan paten untuk vaksin Covid-19.

Menurut The New York Post, kematian Zhou itu hanya dilaporkan dalam satu laporan media China. Padahal, faktanya Zhou adalah salah satu ilmuwan terkemuka di negara tersebut.

Zhou juga diketahui memiliki ikatan kuat dengan Amerika Serikat dan melakukan penelitian pascadoktoral di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh. Hubungan erat antara keduanya itu mendukung data intelijen AS yang dirilis pada Januari lalu, yang menyebut laboratorium Wuhan sedang melakukan aktivitas militer rahasia.

"Meskipun WIV menampilkan dirinya sebagai lembaga sipil, Amerika Serikat telah menetapkan bahwa WIV telah berkolaborasi dalam publikasi dan proyek rahasia dengan militer China," kata intelijen tersebut seperti tilansir NYPost.

Kematian misterius Zhou dilaporkan sedang ditelusuri oleh satu tim yang dibentuk di Amerika Serikat. Presiden baru, Joe Biden, juga memberi perhatian serius terhadap penelitian asal-usul pandemi.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...