Group Marching Band Gita Handayani Juara Lagi

Group Marching Band Gita Handayani Juara Lagi
Group Marching Band Gita Handayani foto bersama seusai meraih juara pada kejuaraan Sultan Hamengkubuwono Yogyakarta, Sabtu (20/10/2018). Foto: Dok. MBGH

BANDA ACEH – Group Marching Band Gita Handayani milik Dinas Pendidikan Aceh memenuhi janji mereka untuk membawa pulang piala Raja Hamengkubuwono setelah memenangkan kejuaraan marching band di Yogyakarta, tanggal 19-20 Oktober 2018. Anak buah Taufik Hidayat itu ditetapkan sebagi juara umum untuk bidang Senior Brass. 

Kecuali untuk best percussion yang diberikan kepada MB Gema Syiar Amtsilati, seluruh kategori best award (penghargaan terbaik) diberikan untuk Gita Handayani. Yaitu, best winds, best music, best color guard, best visual, dan best general effect.

Kabar menggembirakan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Muslem Yacob, S.Ag, M.Pd yang tidak lain merupakan Pembina Gita Handayani. “Alhamdulillah, MBGH Disdik Aceh juara umum Senior Brass piala Raja Hamengkubuwono tahun 2018 di Jogyakarta,” tulis Muslem dalam sebuah WA group.

Menurut data hasil lomba yang diperlihatkan Muslem, Gita Handayani berada pada posisi pertama untuk kategori “group senior brass”, meraih total score 84.267 (level Gold). Group marching band yang pernah meraih piala Presiden RI ini berada di atas group marching band “Gema Syiar Amtsilati” Pondok Pesantren Darul Falah dengan total nilai 83.600, juga berada pada level Gold.

Pada urutan berikutnya masing-masing group marching band Goa Gong (SMKN 1 Pacitan)  dan Gita Buana Smakadano (SMKN 2 Wonosari) keduanya untul level Silver. Setelah itu, Gita Swara Perkasa DC (SMAN 1 Cibitung Bekasi Jawa Barat) dan dan DC Fatmawati Islamic Musical (MAN 2 Kota Bengkulu) masing-masing untuk level Bronze.

Dengan berhasil merebut juara pada piala Raja Hamengkubowono Yogyakarta menambah panjang deretan piala yang pernah diraih kelompok marching band Dinas Pendidikan Aceh tersebut.

Ketika melepas keberangkatan tim Marching Band Gita Handayani di pelataran parkir Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh, Senin (15/10/2018) sore, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin S.Pd, M.Pd, mengaku sempat terharu melihat penampilan anak asuhnya ini.

Waktu itu, anak-anak Gita Handayani menampilkan tema perjuangan yang mengisahkan seorang anak yang gigih berjuang. Tapi, gelar pendidikan dan perjuangan mereka menyebabkan si anak harus gugur di medan pertempuran. “Saya berkali-kali meneteskan air mata, terharu menyaksikan penampilan kalian,” kata Syaridin ketika memberi kata sambutan.

Bahkan, pada saat ia menyampaikan pidato itu pun, beberapa saat, ia harus diam. Tidak bisa melanjutkan bicara karena terharu. Tampak air mata menggenangi kedua bola matanya. “Saudara Toya (panggilan akrab pelatih Gita Handayani, red) sangat lihai memilih tema. Saya berharap ketika tampil di Yogya, harus lebih banyak lagi orang yang dibikin terharu,” pinta Kadisdik.

Waktu itu, ia berpesan agar Gita Handayani membawa pulang piala Sultan Yogya. "Sebagai group marching band yang hebat, saya yakin kalian mampu melakukannya,” ujarnya Syaridin memberi semangat waktu itu.

Harapan tersebut telah dibuktikan anak-anak Gita Handayani dengan membawa pulang piala Raja Hamengkubuwono ke Aceh dan mengukir prestasi sebagai juara lagi. [*]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...