Breaking News

Gempar, Siswa Palangkaraya Berhasil Temukan Obat Penyembuh Kanker

Gempar, Siswa Palangkaraya Berhasil Temukan Obat Penyembuh Kanker
Para siswa penemu obat kanker diterima Gubernur Kalteng (foto: Humas Pemprov Kalteng)

JAKARTA – Tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berhasil menemukan obat penyembuh kanker. Kabar ini sontak menggemparkan publik Tanah Air. Mendadak terkenal, kabarnya, mereka mulai didatangi ribuan orang.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kamis (15/8/2019), ketiga siswa itu masing-masing adalah Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani. Saat ini, masih tercatat sebagai siswa SMAN 2 Palangkaraya. 

Ketiga siswa ini menemukan sejenis kayu yang belakangan diketahui ampuh untuk mengobati penyakit kanker. Masyarakat di sana menyebutnya kayu bajakah.

Tidak hanya di dalam negeri, informasi penting tentang penemuan obat kanker ini kabarnya juga sudah menjadi perhatian dunia. Disebut-sebut penemuan ini telah diakui dunia.

Mendadak terkenal, ternyata mendatangkan dampak buruk terhadap para siswa ini. Konon, keamanan penemu obat penyembuh kanker tersebut mulai terancam.

Guru pembimbing ketiga siswa tersebut, Helita, membeberkan sebuah fakta mengejutkan. Ia mengaku ratusan bahkan ribuan orang datang ke SMAN 2 Palangkaraya.

Mulanya pembacawa acara Sapa Indonesia Malam, Aiman, meminta Helita untuk mengkonfirmasi isu yang menyebut keamanan tiga siswa itu terancam sehingga membutuhkan pengamanan ekstra.

"Siswa penemu tanaman bajaka ini, ada masalah keamanan, sehingga butuh pengamanan lebih?" tanya Aiman sebagaimana melansir TribunJakarta.com yang mengutip YouTube Kompas TV, Rabu (14/8/2019).

Helita menegaskan, sampai hari ini ketiga siswanya masih berada dalam situasi aman. Namun ia mengaku instansi terkait mulai memikirkan rencana memberikan pengamanan kepada ketiga siswa itu.

Hal tersebut dilakukan karena ratusan hingga ribuan orang datang untuk menanyakan seputar keberadaan kayu bajakah. Keadaan ini, dikatakan, mulai menganggu proses belajar para siswa.

"Sampe saat ini sih tidak, akan tetapi instansi terkait sudah berpikir ke arah itu, sehingga tadi ada koordinasi dengan instansi terkait dengan kondisi yang dapat menganggu proses belajar anak-anak," kata Helita.

"Sehingga dalam satu minggu ini siswa mengalami agak terganggu, karena banyak yang berbondong-bondong ke sekolah untuk menanyakan tentang tanaman bajakah ini,"

"Banyak sekali, iya mungkin lebih (dari ratusan)," tambahnya.

 Pada kesempatan yang sama Helita mengaku orang-orang tersebut, ada yang datang dari luar Kalimantan Tengah. 

Sembuh dari kanker

Daldin, salah satu warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Palangkaraya, bersyukur ibu kandungnya akhirnya sembuh total dari kanker payudara berkat minum rebusan air akar tanaman bajakah.

Cerita tersebut berawal saat ibunya divonis mengidap kanker payudara stadium empat antara tahun 1970-1980-an. 

Saat itu, dokter meminta ibunya harus segera naik ke meja operasi. Namun, sang ibu menolak dan memilih untuk pulang kampung. Lalu, setelah pulang kampung, sang ayah mencoba mencari akar tanaman bajakah yang biasa tumbuh di tengah hutan.

Setelah satu bulan mengonsumsi rebusan air akar tanaman bajakah, ibu Daldin pun dinyatakan sembuh total. "Hanya dalam dua minggu reaksi, sebulan sembuh total," kata Daldin saat diwawancarai secara eksklusif oleh Aiman Witjaksono, host program AIMAN di KompasTV, Selasa (13/8/2019).

Menurut Daldin, kondisi ibunya saat itu begitu parah dan tersiksa dengan kanker yang menggerogotinya selama kurang lebih 10 tahun.

Luka di bagian tubuh yang terkena kanker, sudah bernanah dan mengeluarkan darah. "Sangat parah dan saya melihat sendiri seberapa menderitanya ibu saya. Susu (payudaranya) sudah bernanah dan menetes," kata Daldin.

Setelah puluhan tahun berlalu, Daldin pun meyakini, ayahnya adalah orang pertama yang menemukan khasiat akar Bajakah bagi penyakit kanker. "Ya kita tahu cerita-cerita berikutnya pada waktu kedatangan obat, bapak cuma ngasih 'nih kayu ini, pakai'. Alhamdulilah, hampir 99 persen sembuh," katanya.[*]

Komentar

Loading...