Breaking News

FMM Adakan Mini Camp Perdamaian & Dialog Antarpemuda Muslim dan Nasrani di Aceh

FMM Adakan Mini Camp Perdamaian & Dialog Antarpemuda Muslim dan Nasrani di Aceh
Ketua FMM memberikan Sertifikat Penghargaan kepada Koordinator Regional Sumatera YIPC Indonesia

Komunitas Forum Menggapai Mimpi atau yang lebih dikenal dengan FMM, mengadakan acara Mini Camp Perdamaian dan Dialog Antarpemuda Muslim dan Nasrani yang bernama Peace Winner Academy di Banda Aceh. Mini Camp bertemakan “Membangun Cinta Perdamaian Antar Agama Melalui Generasi Muda” ini dilaksanakan selama satu hari penuh, dari pukul 08:00 hingga 18:00 WIB pada Minggu, 6 April 2019, di Gedung The Leader, Lamglumpang, Kec. Ulee Kareng, Banda Aceh.

Dalam mengadakan event ini, FMM bekerja sama dengan Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia (Komunitas Nasional yang bergerak di bidang perdamaian antar agama yang berpusat di Yogyakarta dan saat ini memiliki berbagai regional di seluruh wilayah Indonesia).

20191007-fmm

Jumlah peserta pada kegiatan ini ialah sejumlah 17 orang yang terdiri dari 14 Muslim, dan 3 Kristen. Adapun fasilitator pada kegiatan ini ialah sebanyak 4 orang yang terdiri dari 1 Muslim (Nurmaida) dan 3 Kristen (Tialin Barutu, Faonashoki Hadapi Daeli, dan Leonardo Sumarlin Sihura). Ke empat fasilitator tersebut merupakan fasilitator YIPC Indonesia yang didatangkan langsung dari Medan.

Mini Camp ini ditujukan untuk membangun kesadaran dalam toleransi beragama bagi pemuda-pemudi di Aceh. Event ini dipelopori oleh Riki Muhamanda dan Vida Yani (2 dari 5 Pendiri FMM) yang merupakan alumni pada Student Interfaith Peace Camp (Camp Perdamaian Antar Islam dan Kristen) Tingkat Regional Sumatera yang diadakan di Medan pada 26-28 April 2019.

“Menurut saya event seperti ini sangat diperlukan pemuda-pemudi Indonesia, terutama di Aceh. Hal ini dikarenakan isu agama termasuk isu yang sangat sensitif dan berpotensi menyebabkan konflik jika kita tidak pintar dalam menyampaikan/mengutarakannya baik secara langsung kepada umat yang berbeda agama, maupun secara publik. Oleh karena itu, event ini kita selenggarakan dengan tujuan untuk membangun kesadaran dalam toleransi beragama bagi pemuda-pemudi di Aceh,” ungkap Riki Muhamanda.

“Pada event ini terdapat materi-materi seperti Penerimaan Diri, Mengatasi Prasangka, Klarifikasi Prasangka, Berdamai dengan Allah, dll. Uniknya, pada materi “Mengatasi Prasangka”, terdapat sesi dimana peserta menuliskan prasangka/stereotip di sebuah balon, kemudian meledakkan “balon prasangka” tersebut bersama sama sebagai tanda bahwasanya prasangka tersebut telah dihilangkan dan dinetralisir guna menghilangkan rasa takut/kebencian/atau rasa negatif lainnya terhadap suatu golongan (agama, suku, dll).

Selain itu, juga terdapat sesi dimana para peserta akan menuliskan prasangka sebanyak yang mereka tahu terhadap agama lainnya (dalam hal ini Islam/Kristen), dan lalu prasangka tersebut akan dibahas dan didiskusikan satu persatu sehingga dapat ditarik benang merahnya agar tidak menjadi prasangka lagi di kemudian hari”, ungkap Ketua Panitia Peace Winner Academy, Sry Wahyuni.

Peserta pada event ini pun sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara, dan merasa acara ini sangat bermanfaat. “Disini kami dapat bertukar pikiran serta pemahaman antar penganut agama yang berbeda. Serta terdapat banyak game dan aktivitas seru juga, sehingga membuat kami semakin akrab satu sama lainnya.

Salah satu aktivitas yang membuat saya sangat tergugah ialah Rekonsiliasi, dimana 2 perwakilan Muslim dan Kristen saling meminta maaf dan memaafkan akan segala kesalahpahaman dan konflik antar agama (Islam dan Kristen) yang terjadi baik di Aceh, Indonesia, maupun Dunia, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Melalui event ini saya benar-benar jauh lebih terbuka pikiran bahwasanya perbedaan beragama itu sangat indah dan harmonis jika kita saling menghargai dan toleransi,” ucap As’Adi Jamal (salah satu peserta).

Dari:Pengurus Forum Menggapai Mimpi, Banda Aceh
Ingin berbagi informasi? Ayo gabung sekarang, klik di sini. Gratis!

Komentar

Loading...