Breaking News

E-Panrita, Aplikasi Online Pemantau Proses Pembelajaran di Sekolah

E-Panrita, Aplikasi Online Pemantau Proses Pembelajaran di Sekolah
e-panrita

KATA Panrita dalam masyarakat Makassar memiliki arti “orang yang ahli” atau benar-benar ahlinya. Bagi masyarakat Bugis, Panrita bermakna seseorang yang dapat melihat, bersaksi, menyimak suatu keadaan dan menyatakan keadaan tersebut dengan sebenarnya, melalui pengamatan yang obyektif atas keadaan yang terjadi di sekitarnya.

”Seorang Panrita harus memperlihatkan pola tingkah laku yang jadi panutan. Dia juga harus suci, bersih, jujur, tulus, berani menasehati, mengkritik dan mengoreksi penguasa dan pemerintah, serta tidak mementingkan diri sendiri,” komentar Dr. Andi Ima Kesuma, IC.M.Pd, Kepala Museum Kota Makassar dalam blog southcelebes.wordpress.com.

Mitos tentang ”panrita” itu mengilhami jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk memberi nama sebuah software buatan mereka dengan e-panrita. Aplikasi tersebut diluncurkan pada tanggal 28 Juli 2017 dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Secara sederhana, e-panrita adalah aplikasi online yang bertugas sebagai ‘mata-mata’ bagi 16.000 guru SMA/SMK di Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, menjelaskan,  aplikasi dibuat setelah terjadinya pelimpahan pengelolaan kewenangan SMA/SMK dari Pemerintah kabupaten/kota ke Pemerintah Provinsi.

“Setelah peralihan itu, kita memantau 185 SMA. Kita melihat hal utama yang harus dibenahi adalah guru sebagai poros utama pendidikan. Guru dan integrasi data. Untuk memperpendek rentang kendali maka dibuatlah aplikasi e-panrita dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” kata Irman.

E-panrita dibuat dan dikembangkan oleh tim IT Dinas Pendidikan Sulsel. Konsep aplikasi serta ruang kontrol didesain oleh sebuah tim yang terdiri dari personil Disdik. "Konektivitas software menggunakan jaringan Telkom," ujarnya.

Kepada para tamunya para kepala Balai Tekkomdik seluruh Indonesia, Jumat (19/10/2018), Irman mengatakan, dalam aplikasi itu tersedia beberapa item terkait pelayanan pendidikan di Sulsel seperti Dapotik, e-Learning, absensi online, serta informasi tentang anggaran pendidikan.

Aplikasi ini juga bermanfaat untuk orang tua siswa yang membutuhkan informasi mengenai anaknya di sekolah. Info akan dikirimkan melalui SMS gateway, termasuk nilai dan kehadiran siswa. "Siswa juga bisa memanfaatkan fitur e-learning yang berisi tryout dan e-book. Ada juga fitur "gogur" yang dimanfaatkan siswa untuk mencari guru private di sekitarnya," kata Fadhel, salah satu petugas di Control Room e-panrita Disdik Sulsel.

Ia menjelaskan, aplikasi ini terintegrasi dengan smartphone guru sehingga mereka bisa melihat absensi secara online. E-panrita juga bisa mendeteksi keberadaan guru. Dengan sistem ini, bisa diketahui posisi guru pada saat jam mengajar, apakah berada di luar koordinat atau di luar sekolah. "E-panrita kami gunakan untuk mengawasi UNBK dengan mengkloning CCTV sekolah," kata Irman.

Manfaat lain dari e-panrita, katanya, juga bisa digunakan untuk melihat penyerapan dana BOS. Bahkan bisa dipantau secara real time dari ruang kontrol. "CCTV menjadi salah satu item penting e-panrita. Karena itu, seluruh sekolah terpantau langsung 24 jam di ruang kontrol,” katanya.

Dia menambahkan, aplikasi itu dapat di-download langsung oleh guru, siswa, orang tua siswa, maupun masyarakat. Menurut Irman, pihak Pustekkom Kemendikbud merekomendasikan agar aplikasi ini diadopsi oleh provinsi lain di Indonesia. "Bahkan KPK juga sudah memesan fitur tertentu dari e-panrita," katanya. [*]

Komentar

Loading...