Breaking News

Dituding Rusak Pangkalan Elpiji, Emak di Lhokseumawe Divonis Percobaan

Dituding Rusak Pangkalan Elpiji, Emak di Lhokseumawe Divonis Percobaan
Mursidah di Pengadilan Negeri Lhokseumawe (foto: repro)

LHOKSEUAWE – Seorang wanita paruh baya bernama Mursidah, warga Lhokseumawe, Aceh, dituding terlibat kasus pengrusakan sebuah pangkalan elpiji di kota itu. Akibatnya, dia berurusan dengan pengadilan.

Pada sidang di Pengadilan Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Selasa (5/11/2019), ia divonis percobaan oleh hakim yang dipimpin Jamaluddin. Dalam persidangan, Mursidah dinyatakan terbukti melakukan perusakan sebuah pangkalan elpiji di Lhokseumawe pada akhir 2018. 

Akibat perbuatan itu, Mursidah divonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan karena terbukti merusak pangkalan elpiji. Kasus ini menarik perhatian masyarakat. Pihak keluarga wanita ini dan sejumlah mahasiswa ikut mengawal kasus ini.


"Menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Mursidah tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan," ujar hakim Jamaluddin.

 

Mursidah tidak diharuskan mendekam di penjara, dengan syarat selama enam bulan tidak membuat pidana baru. Vonis terhadap Mursyidah lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya 10 bulan penjara.

Kasus perusakan ini bermula pada November 2018 saat Mursidah memprotes dugaan kecurangan di pangkalan elpiji 3 kg di kampungnya. Dia bersama warga lainnya kala itu menggeruduk pangkalan tersebut karena menduga terjadi penimbunan elpiji.

Dalam protesnya, warga mengamuk dan mendobrak pintu pangkalan. Di sana, warga menemukan sejumlah tabung gas melon telah dicopot segelnya.

Pasca aksi protes tersebut, Mursidah dilapor ke polisi dengan dakwaan melakukan pengrusakan. Barang bukti dalam kasus ini yaitu satu unit gagang pintu yang copot. Selain itu, beberapa bagian lantai di pangkalan juga rusak.

Setelah pembacaan vonis tadi, suasana haru seketika terjadi. Mursidah melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir terkait vonis tersebut.[*]

 

detikcom

Komentar

Loading...