Breaking News

Antsipasi Penularan Corona

Disdukcapil Banda Aceh Buka Layanan Online

Disdukcapil Banda Aceh Buka Layanan Online
Layanan Disdukcapil Banda Aceh (foto: repro)

BANDA ACEH – Guna menghindari terjangkitnya wabah virus Corona, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh membuka layanan kependudukan secara online. Membuat kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran cukup melalui aplikasi WhatsApp.

Kabar menggembirakan bagi warga Kota Banda Aceh itu disampaikan Kepala Disdukcapil setempat, Emilia Sovayana. "Masyarakat tinggal mengirimkan foto persyaratan sesuai jenis layanan yang dibutuhkan, tidak perlu antre sebagaimana biasa. Petugas langsung memprosesnya dan hanya tinggal diambil saja," kata Emilia Sovayana sebagaimana dilansir detikcom, Kamis (26/3/2020).

Dia merinci, layanan lainnya yang bisa dilakukan secara daring (online) adalah pembuatan surat pindah, konsolidasi data kependudukan, layanan akta kelahiran dan kematian, serta layanan akta perkawinan dan perceraian.

Untuk layanan pembuatan kartu keluarga dan akta kelahiran, katanya, saat ini dapat di-print di rumah masing-masing menggunakan kertas HVS. "Karena sudah ada tanda tangan elektronik Kadisdukcapil Banda Aceh dan barcode. Apabila nanti situasi sudah kondusif dan menginginkan di-print sesuai blangko seperti saat ini, boleh ditukar dengan membawa kertas HVS tersebut," jelasnya.

Emilia menjelaskan, proses yang dilakukan lewat layanan daring membutuhkan waktu paling cepat sejam atau paling lama satu hari kerja. Sejak layanan tersebut dibuka pada Senin (23/3/2020) lalu, banyak warga yang sudah memanfaatkan layanan tersebut.

Dia mengatakan, Disdukcapil juga melayani lewat media sosia Line. Pemberlakuan layanan online, jelasnya, sesuai arahan Dirjen Dukcapil untuk menghindari keramaian masyarakat dan mencegah COVID-19. Meski demikian, Disdukcapil tetap masih memberikan pelayanan di kantor.

Petugas yang melayani menggunakan masker serta sarung tangan. Selain itu, di kantor disediakan hand sanitizer dan wastafel serta sabun cuci tangan lengkap dengan tisu. "Untuk perekaman KTP-el masih dilakukan di kantor karena harus merekam iris mata dan sidik jari," jelas Emilia.

Ia berharap warga yang tidak membutuhkan layanan mendesak agar menunda dulu ke kantor Disdukcapil. Sebab, pihaknya melayani secara online hingga berakhir masa tanggap Corona. "Mudah-mudahan semakin banyak warga kita yang memanfaatkan ini dan melakukan sosial distancing," harapnya.[]

Komentar

Loading...