Breaking News

Diduga Terjangkit Corona, Seorang Jamaah Umroh di Medan Diisolasi

Diduga Terjangkit Corona, Seorang Jamaah Umroh di Medan Diisolasi

MEDAN – Seorang warga Medan, Sumatera Utara, yang baru pulang umroh terpaksa diisolasi karena dugaan terjangkiti virus corona. Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu sempat mendapatkan perawatan khusus di RSUP H Adam Malik.

Keterangan pihak rumah sakit menyebutkan, pasien ini dirujuk dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Medan. “Disangka terkena virus corona, sehingga sempat dilakukan perawatan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan secara klinis ternyata hasilnya negatif. Bukan karena corona, tapi ternyata flu biasa,” kata dr Nurna Fauziah, kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP HAM Medan sebagaimana dilansir Suara.com.

Pasien tersebut akhirnya dirawat seperti pasien pada umumnya. Informasi yang beredar menyebutkan, pasien itu baru pulang dari umroh. “Tiga hari yang lalu sudah pulang. Sampai sekarang kita belum ada menerima pasien terkena virus corona," ujar Nurna.

Baca juga: Virus Corona Ambil Korban: 52 Tewas, 3 Dokter Terjangkit

Koordinator Tim Penanganan Virus Corona RSUP HAM, dr. Ade Rahmaini mengatakan, di RSUP HAM menyiapkan tim khusus untuk menangani PINERE dan menyiapkan 11 ruangan isolasi kepada pasien suspect.

RSUP HAM, katanya, memiliki kesiapan sumber daya dalam penanganan virus corona. Tahun 2004, kata dia, pihaknya juga sudah pernah menangani pasien flu burung.

“Informasi pertama kali tentunya dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Tapi di Sumut belum ada laporan,” katanya.

Koordinator kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Kuala Namu, dr. Sofyan mengatakan, dalam penanganan virus corona, pihaknya menggunakan thermo scanning yang dapat mendeteksi suhu tubuh siapapun yang melintas di depannya.

“Tidak hanya dengan thermo scanner, jika kita lihat dari gejalanya dia sesak maka kita ajak bicara (persuasif), kita periksa. Tapi sampai saat ini kita belum menemukan. Jangan sampai ada lah. Karena di sini tidak ada penerbangan langsung dari Cina,” katanya.

Meski demikian pihaknya tetap melakukan penjagaan secara optimal. “Peralatan kita memadai. Masker juga ada, cukup untuk petugas KKP. Setiap shift, ada lima orang yang bertugas,” imbuh dia.[]

Komentar

Loading...