Breaking News

Bupati Akmal Ibrahim Terima Audiensi Kepala SMA, SMK, SLB Abdya

Bupati Akmal Ibrahim Terima Audiensi Kepala SMA, SMK, SLB Abdya
Kacab Disdik Abdya Drs Syarbaini M.Si (kiri) berbincang hangat dengan Bupati Akmal Ibrahim (kanan) di kediaman bupati, Jumat (17/1/2020) pagi. (Foto: dok Ist)

BLANG PIDIE – Setelah pengelolaan SMA, SMK, dan SLB ditarik ke Provinsi muncul kesan seakan-akan terjadi ego sektoral di kalangan tertentu. Akibatnya, terjadi gap antara pihak sekolah dengan elit di daerah.

Untuk menghapus kesan tersebut, Plt Gubernur Aceh melalui Sekda dr Taqwallah M.Kes meminta para kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh di wilayah masing-masing melakukan pertemuan dengan Bupati/Wali Kota setempat. Kacabdis diminta membawa serta para kepala sekolah yang baru dilantik guna mendapatkan pengarahan dari pimpinan daerah. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Aceh Barat Daya Drs Syarbaini M.Si bersama jajaran melakukan pertemuan dengan Bupati Akmal Ibrahim di kediaman pribadi bupati di Desa Guhang Blang Pidie, Jumat (17/1/2020) pagi. Ikut serta dalam pertemuan tersebut seluruh kepala SMA/SMK, dan SLB setempat.

20200118-bupati-abdya_4

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, Kacabdin Abdya mengharapkan Bupati Akmal Ibrahim tetap memberi perhatian terhadap SMA, SMK, dan SLB yang kini berada di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan Aceh. “Tolong Bapak lihat mereka agar dalam melaksanakan tugas dapat lebih inovatif sehingga pendidikan Abdya bisa lebih maju ke depan,” pinta Syarbaini.

Bupati Akmal Ibrahim pada kesempatan itu menjelaskan, tidak ada persoalan dengan pengelolaan sekolah di Abdya yang sudah beralih ke provinsi. Dia berharap, para kepala sekolah dan guru-guru tidak terperangkap dengan pola kerja yang monoton tanpa inovasi. “Sekolah harus mampu melahirkan lulusan yang mandiri dan siap menghadapi tantangan di dunia nyata,” ujarnya. 

Akmal banyak menceritakan pengalamannya mengembangkan berbagai inovasi dalam bidang pertanian. Dia mengatakan, bidang pertanianlah satu-satunya sektor yang tidak mudah tergerus pengaruh kemajuan teknologi. “Orang boleh menciptakan alat tekonologi canggih, tapi mesin tidak bisa memproduksi hasil pertanian,” ujarnya. 

Dia mengajak masyarakat untuk menggeluti sektor pertanian dengan menggunakan kecerdasan dan mengelola modal usaha secara bijak. “Tidak perlu banyak tenaga. Saya hanya menggunakan pikiran dan sedikit modal,” katanya sambil menambahkan bahwa manajemen usaha yang baik akan mendatangkan hasil yang optimal.[]

Komentar

Loading...