Breaking News

BPKS Terancam tak Dapat Anggaran Pusat pada 2020

BPKS Terancam tak Dapat Anggaran Pusat pada 2020
Kantor BPKS Sabang (foto: repro)

BANDA ACEH – Operasional BPKS Sabang bisa tak optimal tahun depan jika anggaran Pusat tidak tersedia. Hal itu terjadi karena Kementerian Keuangan RI telah memblokir usulan anggaran 2020 lembaga ini.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, penyebab pemblokiran tersebut karena pihak BPKS belum menyusun Rencana Bisnis Anggaran (RBA) sebagai syarat yang diminta Kemenkeu. Fakta ini tidak dibantah oleh pejabat BPKS. “Betul, sebagian usulan anggaran dalam DIPA BPKS diblokir oleh pihak Dirjen Anggaran Kemenkeu,” kata Islamuddin, Plt Wakil Kepala BPKS. 

Sebagai Lembaga Nonstruktural yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU), kata dia, BPKS selain menyampaikan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) setiap tahun anggaran, juga wajib menyampaikan RBA.

Masalahnya, kata Islamuddin, pada saat DIPA itu diproses di Dirjen Anggaran Kemenkeu, BPKS belum menyampaikan RBA TA 2020. Ini disebabkan karena pada saat itu sedang dilakukan proses konsultasi dengan pihak PPK BLU Kemenkeu.

“Sekarang RBA sudah dikonsultasikan untuk kemudian akan disampaikan ke Dirjen Anggaran Kemenkeu pada saat revisi pembukaan blokir yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Islamuddin menambahkan, arah penggunaan anggaran BPKS sesuai Renstra) baru mengarah kepada kemudahan berinvestasi di Kawasan Sabang, termasuk penyiapan Peraturan Pelaksana dari sejumlah kewenangan yang telah dilimpahkan oleh pemerintah.

Anggaran 2020 juga diperuntukkan untuk penyelesaian pekerjaan pembangunan pelabuhan nasional Balohan yang akan menyerap anggaran paling besar.  

“Kemudian peruntukkan anggaran 2020 juga dialokasikan untuk pembenahan unit-unit yang mendatang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi BPKS. Kita berharap dengan dilakukan pembenahan pada unit-unit sumber pendapatan tersebut, PNBP BPKS akan meningkat di tahun 2020 dan tahun-tahun seterusnya,” katanya.

Dia mengatakan, Anggaran BPKS tahun 2020 juga digunakan untuk kegiatan promosi Sabang. “Selain itu, tentunya untuk kegiatan rutin dan operasional lainnya,” kata Islamuddin.[]

Komentar

Loading...