Breaking News

Aplikasi e-Belajar Rumit, Orangtua Siswa Mengaku Kesulitan Upload PR

Aplikasi e-Belajar Rumit, Orangtua Siswa Mengaku Kesulitan Upload PR
Ilustrasi seorang siswa sedang mengikuti program belajar secara online (foto: repro)

BANDA ACEH – Selama masa darurat Covid-19, Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh memberlakukan pembelajaran online (daring) untuk siswa SD dan SMP daerah itu. Aplikasi yang dinilai rumit memaksa orangtua siswa turun tangan, harus mengupload PR anak saban hari.

Seorang warga yang menyekolahkan anaknya di salah satu Sekolah Dasar (SD) Banda Aceh mengaku kewalahan karena setiap hari harus meng-upload pekerjaan rumah (PR) anaknya. Meski tidak begitu paham IT, ibu ini mengaku terpaksa belajar mengoperasikan internet lewat HP android miliknya. “Saya gak bisa, tapi terpaksa belajar,” ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Wali murid lainnya menilai, aplikasi e-belajar yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh terlalu rumit sehingga tidak sesuai dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan IT anak SD. Menurut dia, untuk ukuran anak SD harusnya programnya lebih simpel. “Misalnya, cukup dengan menggunakan aplikasi WA atau sejenisnya,” kata sumber ini.

20200422-ebelajar

Orangtua siswa menilai, aplikasi yang diterapkan oleh Disdik Kota Banda Aceh lebih cocok untuk kelas mahasiswa atau orang dewasa. Akibat terlalu sulit, akhirnya yang mengerjakan PR bukan lagi siswa, tapi orang tuanya. “Kalau gak dikerjakan bagaimanan nanti nilai anak saya? Bisa fatal,” katanya.

Kondisi yang ada, sambung orang ini, mengakibatkan program belajar online yang diterapkan tidak memberdayakan anak, tapi lebih merepotkan orangtua. Ini, katanya, sama saja seperti berpura-pura paham IT, padahal anak sama sekali tidak mengerti mengopersikan aplikasi e-Belajar. “Jadi, sama saja seperti menipu diri sendiri,” ujarnya.

Mengingat tujuan pembelajaran daring adalah memberdayakan peserta didik, orangtua murid meminta agar aplikasi yang digunakan untuk siswa ditinjau ulang. Harus dibuat yang sederhana, sehingga benar-benar sesuai dengan tingkat perkembangan otak anak. “Jangan acting-lah. Tapi hasilnya nol besar,” ujar sumber ini.[K73-02]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...