Breaking News

Anggota DPRA: ATM Bank Syariah Sering Kosong dan Alami Gagal Transfer

Anggota DPRA: ATM Bank Syariah Sering Kosong dan Alami Gagal Transfer
Asrizal H Asnawi (foto: repro)

KANAL73.com, BANDA ACEH – Masyarakat mulai menghadapi kendala pascapengalihan jasa perbankan dari konvensional ke sistem syariah di Aceh. Salah satu terkait pelayanan di ATM. Selain terbatasnya stok uang, nasabah juga sering mengalami gagal transfer ketika melakukan transaksi.

Persoalan terkait layanan bank syariah ini, belakangan, menjadi topik perbincangan masyarakat di Aceh. Keluhan juga diutarakan anggota DPRA, Asrizal H Asnawi, setelah mengalami pengalaman kurang nyaman melakukan transaksi melalui ATM bank syariah.

Wakil rakyat ini bahkan menghubungkan permasalahan tersebut dengan keseriusan pihak perbankan syariah di Aceh dalam mendukung pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). "Saya melihat pihak bank syariah tidak serius mendukung pelaksanaan qanun keuangan syariah yang sudah disepakati antara pemerintah dan DPRA," kata Asrizal sebagaimana dilansir dari Serambinews.com, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: BRI Tercepat Keluar dari Aceh

Politikus PAN ini mengaku banyak menerima keluhan masyarakat terkait pelayanan bank syariah di Aceh. Mulai dari ATM yang sering kosong dalam jangka waktu berhari-hari, juga masalah gagal transaksi. "Juga ada kejadian, saat nasabah ingin menarik uangnya, saldo telah terpotong namun uang tak keluar dari mesin ATM," kata Asrizal.

Ia meminta OJK dan dewan pengawas keuangan syariah menegur keras penyedia jasa perbankan syariah di Aceh yang tidak memberi pelayanan yang baik. "Karena yang dirugikan adalah nasabah, khususnya masyarakat Aceh," ujar Asrizal.

Menurut Asrizal, masyarakat Aceh sekarang tidak punya banyak pilihan. Berbeda dengan kondisi di luar Aceh, bila nasabah menghadapi masalah saat melakukan transaksi di salah satu ATM masih bisa mencari ATM bank konvensional lainnya. "Kalau di Aceh pilihan ini sudah tidak ada lagi, hanya unit bank syariah saja yang tersedia," ujarnya.

Karena itu, ia meminta pihak bank dengan label BSI, apakah itu BRIS, BSM & BNIS agar tidak lalai dengan kewajibannya terkait pelayanan kepada nasabah. "Karena ATM mereka paling banyak di Aceh. Jangan gara-gara ulah mereka masyarakat akan berpandangan negatif terhadap sistem perbankan syariah," pungkasnya.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...