Breaking News

Anak Tinggal Kelas, Ortu Gugat SMA Gonzaga

Anak Tinggal Kelas, Ortu Gugat SMA Gonzaga
SMA Kolese Gonzaga (foto: detikcom)

JAKARTA – Selama ini nyaris tak pernah terdengar ada masyarakat yang menggugat pihak sekolah lantaran anaknya tidak naik kelas. Karena, proses pembelajaran menjadi otoritas sekolah. Kemajuan studi anak di sekolah menjadi kewenangan guru.

Tapi, tidak demikian di SMA Kolese Gonzaga, Jakarta. Seorang warga menggugat pihak sekolah lantarannya anaknya tidak naik kelas. 

Proses persidangan terhadap kasus ini mulai bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Gugatannya diajukan orang tua murid, Yustina Supatmi. Warga ini tidak terima anaknya tidak naik kelas. Karena itu, ia menuntut sekolah membayar ganti rugi sebesar Rp 551 juta.

Seyogiyanya, sidang atas kasus yang langka ini berlangsung hari ini, Senin (4/11/2019) dengan agenda mendengarkan keterangan tergugat, Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta. Tapi, karena satu hal persidangan tersebut belum berlansung. "Sidang lanjutan pekan depan," kata Humas PN Jaksel, Achmad Guntur sebagaiman dilansir dari detikcom.

Menurut informasi, perkara yang dipublikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (SIPP PN Jaksel) didaftarkan dengan nomor register 833/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL. 

Dalam nota gugatan disebut, Yustina mengguat Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga, Pater Paulus Andri Astanto. Selain itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Himawan Santanu; Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Gerardus Hadian Panomokta; dan guru Sosiologi Kelas XI, Agus Dewa Irianto, juga menjadi pihak yang digugat.[*]

detikcom

Komentar

Loading...