Breaking News

Anak Seusia SMP di Pidie Ketagihan Perilaku Menyimpang, Sudah Layani 25 Pria

Anak Seusia SMP di Pidie Ketagihan Perilaku Menyimpang, Sudah Layani 25 Pria
Ilustrasi (foto: repro)

KANAL73.com – Masih berusia 14 tahun, seorang gadis di Pidie, Aceh, ketagihan melakukan hubungan layaknya suami-isteri. Awalnya, dengan teman sebaya. Lama-lama dengan orang dewasa, sudah melakukannya dengan 25 laki-laki.

Cerita miris ini terkuak di ruang sidang Mahkamah Syar'iyah Sigli, Kabupaten Pidie. Wakil ketua mahkamah, Fauziati, membagikan kisah pilu ini kepada media.

Tentu saja tidak untuk maksud membuka aib atau melanggar norma sosial. Tapi semata untuk tujuan positif, agar masyarakat peduli terhadap perkembangan negatif di lingkungan sekitar.

Diceritakan, siswi salah satu SMP di Pidie -- sebut saja Bunga -- ini awalnya termakan rayuan teman sebaya melakukan hubungan badan. Ketagihan. Lalu, dia melakukannya dengan banyak orang dalam waktu dan tempat berbeda. Anehnya, konon, tidak ada motif ekonomi dalam perilaku menyimpang tersebut.

Bagaimana seorang anak di bawah umur di sana bisa terlibat terlalu jauh dalam perilaku asusila? Fauziati mengaku mendapatkan dukungan informasi dari Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pidie.

Katanya, Bunga merupakan korban rumah tangga broken home (rumah tangga berantakan). Setelah ayahnya meninggal, ibunda dari Bunga menikah lagi dengan seorang pedagang sayur.

Hiduplah Bunga serumah dengan ibu dan ayah tiri. Dari sanalah prahara dimulai. Bunga sering menemukan ibu dan ayah tirinya ribut. Mereka kerap bertengkar.

Hal ini yang kemudian membuat Bunga tidak betah di rumah. Ia mencari ketenangan di luar sampai kemudian kenal dan dekat dengan seorang lelaki, teman seumuran dengannya.

Menurut informasi, Bunga sering menjadikan teman lelaki yang sama-sama masih bau kencur itu sebagai tempat curhat. Bukannya membawa Bunga ke arah kebaikan, remaja laki-laki ini justeru memanfaatkan Bunga. Dalam hubungan yang makin intim, remaja laki-laki ini akhirnya berhasil mengajak bunga melakukan perbuatan terlarang.

Hampir tak masuk akal. Cerita yang lumrah terjadi, seorang perilaku prostitusi melakukan perbuatan tersebut dilandasi faktor ekonomi. Mungkin karena desakan untuk untuk memenuhi gengsi.Tapi, konon, tidak dengan Bunga.

Kabarnya, dia melakukan itu karena ketagihan. Mula-mula dia melakukan karena termakan rayuan teman sebaya. Tapi lama-lama, dia tidak lagi pilih-pilih pasangan.

Bunga bisa menikmati perilaku menyimpang tersebut dengan anak di bawah umur, bahkan dengan orang dewasa. "Pengakuan gadis itu, dia telah melayani 25 lelaki. Saat melakukan hubungan badan, tidak meminta imbalan," kata Fauziati.

Koq aman-aman saja melakukan perbuatan terlarang di kampung, di Aceh lagi? Tidak juga. Bunga dan pasangannya pernah ditangkap warga. Mereka lalu dinikahkan oleh kadhi liar walaupun masih di bawah umur.

Setelah itu, Mahkamah memutuskan, karena masih di bawah umur, Bunga dibawa ke lembaga pembinaan di Banda Aceh. 

Bagaimana dengan remaja lelaki pasangannya? Anak laki-laki tersebut meringkuk di penjara dan mendapatkan hukuman cambuk 100 kali, beberapa waktu lalu. 

Fauziati berharap, para orangtua bisa menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga. Karena di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat dan kontrol sosial yang makin merenggang dewasa ini, semakin sulit mengawasi perilaku anak saat berada di luar. "Hendaknya orangtua tidak menelantarkan anak yang merupakan amanah," pintanya.[]

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...